So Jaejoong’s sister protected him from being beaten up at school teheeee
Older Sister:
Ne~~ver could he possibly come home
after being beaten up (by others). The eighth (sister) is only one year
apart from Jaejoong and she was in the same grade as Jaejoong because
Jaejoong was born in the early months of the year (T/N: in Korea, if you
are born in the early months of the year, you go to school with
children who were born the previous year), and so although it was often
that they would fight at home, when Jaejoong would get a blow at school,
she didn’t stay put. Even if it took grabbing onto his hair and shaking
him, Jaejoong never got hit.
Really… I shouldn’t say this on air but there were talks about
Jaejoong’s sister being a gangster, they really were afraid of the
sisters to that degree.
Jaejoong, under the protection of his sisters, probably didn’t get hit, at least.
He has the heart of a woman (so obvious he loved Yunni tehee)
Older Sister: The one who helped him become a singer was the fifth sister, he says.
Everyone probably knows. Jaejoong is really nice (kindhearted).
He’s a guy, but because there were eight sisters and one boy, even his personality when he was young, was a girl, a girl.
A girl to the bone (T/N: literally, “by nature,” “from the sky”).
He wore his sisters’ clothes in order to look cool .
Older Sister: When we used to go to Everland (T/N: a
theme park in Korea) Jaejoong was in elementary school. But when we
used to go to Everland I liked clothes quite a bit, and at that time
Sechs Kies (T/N: a Korean idol group) was in. There was this
Burberry-style coat that Sechs Kies wore.
But that coat was gray. Something that really bling bling celebs
wear. But I was working in the store one day and someone just wooshed
by. I looked and it was Jaejoong. For my part, I was so embarrassed.
This tiny kid came wearing his older sister’s clothes—how embarrassing
is that. So I told him openly “Hey… hurry up and go home and change,
change”… I told him that.
Jaejoong… for his part, in that young mind that he had, he had come
wearing that in order to look cool, and his sister does not say that he
looks good (T/N: literally, nice, pretty) but instead tells him to hurry
up and go home and change… at that time he felt upset at his sister for
the first time, he told me that story.
cr : HeavensWine
Saturday, December 8, 2012
[SONGFIC] Telephone
Cast : YunJae
Genre : Romance
Warning: This is YAOI Fic. BOYSLOVE. Don't like Don't read. flame are not allowed!
Seorang namja tampan dengan
perawakan tegap tengah berjalan memasuki apartemen tempatnya tinggal. Setelah
memasukkan kode keamanan pintu apartemennya, wajah tampannya yang semula dingin
tanpa ekspresi kini berubah menjadi keruh dan lesu setelah memasuki apartemennya
yang mewah namun terlihat kosong dan hampa. Mata musangnya yang sedari tadi di
perjalanan menuju apartemen selalu waspada kini meredup. Pria itu menghela
napasnya berat, tangan besarnya mengusap wajahnya kasar. Segera saja dia
memasuki salah satu kamar dari empat kamar yang berada di sana.
Dia segera masuk kamar mandi untuk
menyegarkan badan dan pikirannya setelah seharian penuh ini penat karena
pekerjaan. Meregangkan otot-otot wajahnya yang terasa kaku karena dipaksa untuk
terus tersenyum di depan kamera. Ya, hanya di depan kamera dia terlihat hidup
dan baik-baik saja.
15 menit kemudian pria itu keluar
dari kamar mandi dan memilih piyama tidurnya. Setelah selesai dia langsung
merangkak naik ke atas tempat tidurnya. Dia meraih ponselnya dan memainkannya
sebentar. Dia melihat jam menunjukkan pukul dua dini hari. Dia sedikit ragu
untuk menghubungi seseorang melihat jam yang sudah memperingatkannya untuk
segera tidur. Tapi, seharian ini dia belum mendengar suara orang yang ingin
ditelponnya ini. Dengan menahan napas dia mendial angka 9.
Kimi wa doko ni itte? Dare to doko ni itte? Donna fuku o kitte?..
Setelah lagu Stand By You milik
Tohoshinki mengalun cukup lama tanpa ada tanda sang pemilik nomor mengangkat.’
Pria itu mendesah kecewa, apa mungkin dia sudah tidur? Yah, memang sudah larut
sekali sih. Lebih baik besok saja aku menelepon Boo’
“yeoboseyo”pria itu mengurungkan
niat memutus sambungan telepon ketika mendengar suara yang dirindukannya
menjawab teleponnya. Meski suara orang itu sekarang terdengar serak, khas
bangun tidur.
“Apa aku membangunkanmu??”tanya
pria itu lembut.
“Eung??”hanya respon itulah yang
diberikan orang diseberang, tapi beberapa detik kemudian “Yunnieee!!!”pekik
orang itu keras.
“Ne. Mianhae meneleponmu selarut
ini Joongie”
“Gwenchana, Yunnie~ Kau baru
pulang ya??”
“Ne. Seharian ini aku sibuk sekali
jadi tak sempat mengabarimu sama sekali Boo. Mianheyo”
Tak ada respon sama sekali.
“Jaejoongie..”panggil Yunho lembut
dan isakan lirih terdengar.
“sssttt uljima. Kau tahu kan aku
paling benci melihatmu menangis?”
“Tapi kan kau sekarang tak bisa
melihatku menangis!!”
“Tapi aku bisa mendengarnya Jae.
Jebal berhentilah menangis. Kau membuatku merasa tak berguna karena tak bisa
disampingmu saat ini”Yunho terlihat semakin lelah.
“Mereka masih suka menyiksamu
ya??”Jaejoong berbicara di tengah isakannya.
Yunho menghela napas sekali lagi.
“Tidak seperti itu Jae, ini resiko
sebagai artis kan??”
“Tapi kau pulang jam segini hampir
setiap hari”
“Jae tidak..”
“Jangan membela mereka Yunnie! Aku
tahu karena aku pernah bekerja untuk mereka juga. Jangan bilang mereka telah
berubah, karena aku tak melihat itu dari kondisimu saat ini”suara Jaejoong
sedikit meninggi meski isakan masih terdengar.
“....”
“Yun, sampai kapan kami harus menunggu?
Kenapa tidak pergi saja sekarang?? Aku tidak bisa melihatmu diperlakukan
seperti ini..”
“Gwenchana. Aku bisa menahan ini
semua Boo. Bersabarlah sampai aku mendapatkan apa yang menjadi hak kita.
Setelah itu kami akan menyusul kalian”
“Tapi sampai kapan?? Hmm??”
“Kau percaya padaku kan??”
Tak ada sahutan dari Jaejoong.
“Jaejoongie...”
“Tentu saja. Aku selalu percaya
pada leader sshi”
“Gomawo”
Hening.
“Bogoshippo Yunni-ya”
“Nado bogoshippo Joongi-ya”.....
“Joongie-ya. aku berencana mengajakmu berlibur ke Australia. Apa kau mau??”
“Nde?? Kau serius?? Tentu saja aku
mau! Tapi jadwalmu Yun”
“Aku akan menyesuaikan jadwal kita
berdua. Nanti kirim email tentang jadwalmu ya??”
“NE!!”
“Sudah malam, tidurlah Joongie.
Saranghae”
“Nado Saranghae. Jaljayo Yunnie~”
*END
Friday, December 7, 2012
YUNJAE's FACT
I remember that Japanese fan who said that Jaejoong wrote
the first letter of Yunho’s name on the window in Japanese and then
wiped it quickly …. check for yourselves ,
he wrote ユン in ユンホ which is Yunho’s name .
[YunJae] Jaejoong’s cyworld entry on Yunho’s birthday 070206
“I wanted to ask (someone)…
Why I was lost in the woods…
Why I followed such a difficult love…
Why I couldn’t find happiness in my life.
Now I know, that I’m happy to have
someone who understands me…
and cares about me. ^^
Happy Birthday!”
Why I was lost in the woods…
Why I followed such a difficult love…
Why I couldn’t find happiness in my life.
Now I know, that I’m happy to have
someone who understands me…
and cares about me. ^^
Happy Birthday!”
cr : HeavensWine
*Yunho’s name wasn’t mentioned, but Jaejoong did write “Happy Birthday!” along with the date of Yunho’s birthday.
Tuesday, December 4, 2012
Jaejoong sings at TOKYO DOME (Jaebum's song)
Maybe we’re in a complicated fate,
Two people entangled with one another
Everyday I am in debt to you, not being able to pay you back
Two people entangled with one another
Everyday I am in debt to you, not being able to pay you back
Sometimes like lovers, sometimes like strangers
Is it okay to live like this?
Even after all those mistakes and frequent break ups
You were always there
Is it okay to live like this?
Even after all those mistakes and frequent break ups
You were always there
I know you’re the only one who can make me live in this world
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
My rough thoughts and my anxious eyes
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
I know you’re the only one who can make me live in this world
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
My rough thoughts and my anxious eyes
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
For you…I will leave
Jaejoong sings in Karaoke (PTB scene)
Foolishly i thought none would know
I have lived my life acting fine till now
After you have left everyone said they knew my obvious eyes
Were so different from my happy days
They had no choice but to think that we had broken up
It seemed that you and I were really good back then
I never knew how to get angry so they said it was pleasant
Yes it was like this back then since i loved you
The world to me was a big sensation
If i forget the moments i have lived
I’m trying to reverse it , i’m trying to find you
Although without you i’ll be still breathing fine
With only regrets and longing i can’t survive not even for a day
Thursday, November 15, 2012
[DOUBLE HAE COUPLE] ONLY HOPE
Cast : Lee Donghae, Jung Haegyo, Jung Yunho, SUPER JUNIOR.
Genre : Romance, Family
Summary : “So I lay my head back down.And I lift my hands and pray,to be only yours, I pray, to be only yours .I know now, you're my only hope”
-.-
Seorang gadis kecil berumur lima tahun tersenyum gembira sembari
bernyanyi riang di gandengan seorang bocah lelaki berusia dua belas tahun. Sang
bocah lelaki hanya tersenyum menatap gadis kecil periang disampingnya
itu, sesekali juga ikut menimpali nyanyian gadis kecil itu.
Gadis kecil itu berhenti
melangkah.
“Wae irae Gyo-ya??”tanya bocah
lelaki itu heran melihat gadis digenggamannya itu tiba-tiba berhenti.
“Donghae Oppa kalau besar mau jadi
apa??”tanya gadis kecil itu dengan mata yang berbinar ingin tahu.
“Wae? Kenapa kau tiba-tiba
bertanya??”tanya Donghae heran.
“Ibu guru tadi bertanya tentang
cita-cita kita di masa depan. Haegyo bingung mau jawab apa, kata Bu Guru dibuat
PR besok harus dijawab”gadis itu memainkan ujung kemeja seragam Donghae.
Donghae tersenyum lembut mendengar
jawaban jujur itu, digamitnya lengan kecil Haegyo lalu diajaknya berjalan lagi.
“Lalu kenapa kau bertanya padaku?
Kau ingin memiliki cita-cita sama denganku??”Donghae tersenyum menggoda.
“Eung~ aku akan ikut apapun yang
Oppa lakukan. Jadi katakan apa cita-cita Oppa, supaya aku bisa menjawab
pertanyaan ibu guru”jawab Haegyo semangat. Kuncir duanya sampai ikut
bergoyang-goyang saking semangatnya.
“Hmm..Aku mau jadi pemain sepak
bola”jawab Donghae serius.
Mendengar jawaban Donghae, Haegyo
berhenti berjalan wajahnya menunduk.
“Ada apalagi Gyo-ya??”tanya
Donghae.
Haegyo mendongakkan kepalanya
menatap Donghae yang lebih tinggi darinya. Matanya berkaca-kaca, bibirnya
mencebik lucu. Donghae kaget sendiri melihat Haegyo akan menangis.
“Oppa bilang Oppa ingin jadi
pemain sepak bola?? Oppaaaa...aku kan cewek.. Mana boleh jadi pemain sepak bola
Oppa?? Apa itu berarti aku harus berpisah dari Oppa?? Huuaaaa.... ANDWAEEEE!!!
Aku nggak mau pisah sama Donghae Oppa.. Nan Naega shireoooo!!!”lengking Haegyo
disertai tangisnya.
“Ya... Ya... Uljima Gyo-ya.. Jebal
Uljimaa”Donghae kalang kabut mendiamkan Haegyo yang menangis tersedu-sedu.
Donghae berlutut di depan Haegyo, mengusap lembut air mata
gadis itu. Haegyo balas memandang Donghae dengan masih berair mata. Donghae
tersenyum lembut lalu berkata.
“
Kau tahu? Bersama itu bukan kita
selalu melakukan hal yang sama Gyo-ya. Bukan kau harus mengikuti apapun yang
kulakukan. Bersama itu saat kita bisa merasakan kehadiran satu sama lain saat
jarak memisahkan kita. Bersama itu saat kita bisa mengingat sau sama lain
didalam sini”ucap Donghae sambil meletakkan tangannya di dada Haegyo “Kau harus
menemukan jalanmu sendiri Gyo-ya. Kau harus berjuang untuk meraih mimpimu. Kau
harus berusaha sebaik mungkin untuk membuat Appa, Umma, Yunho hyung dan aku
bangga. Saat kau tak sanggup menghadapi dunia lagi, yakinlah bahwa aku akan
selalu ada untukmu”ucap Donghae lagi.
Haegyo hanya mengerjapkan matanya
bingung mendengar kalimat panjang Donghae. Tak satupun dari kalimat itu bisa
dicernanya.
“Oppa..Aku tak paham maksud
Oppa”ucap Haegyo polos. Donghae tertawa kecil lalu mengusap rambut Haegyo.
“Maksudnya aku menyayangimu
Gyo-ya”ucap Donghae lalu mengecup kening Haegyo.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan
pulang mereka yang tertunda. Saat ada sebuah motor berhenti dihadapan mereka.
“Donghae-ya. Haegyo-ya.. Kenapa
kalian pulang lebih dulu? Appa kan mau menjemput kalian”ucap seorang lelaki
yang mengendarai motor itu.
“Jinjja?? Appa mau menjemput
kami??”tanya Haegyo gembira.
“Huh, Abeoji kan habis menjual
ikan hasil tangkapan hari ini! Kebetulan saja bertemu kami disini”dengus
Donghae.
Haegyo memandang Donghae lalu
mengerecutkan bibirnya lucu.
“Waeyo Haegyo-ya??”tanya lelaki
itu.
“Appa bohong! Appa nggak
benar-benar berniat menjemput kami kan?”tuntut Haegyo.
Pria paruh baya itu tersenyum
salah tingkah dan melotot pada Donghae yang bersiul-siul tak peduli.
“heheheh..Sudahlah itu tak
penting. Sekarang ayo kalian berdua naik, hari sudah semakin siang”
Akhirnya Haegyo naik ke motor
dengan digendong Donghae, lalu Donghae naik dibelakang Haegyo.
#$%^&*()_!@#$%^&*()
Donghae menutup pidato
perpisahannya dengan senyum diiringi seluruh hadirin yang ada di aula itu. Dia
turun dari panggung dan menuju tempat dimana kedua orang tuanya berada. Appa
dan Umma Donghae tersenyum sambil memeluk anak lelaki mereka penuh rasa bangga.
“Oppa chukae!!!”seru Haegyo dengan
senyum lebar.
“Gomawo!”jawab Donghae lalu
memeluk Haegyo erat. Tapi tiba-tiba Haegyo menangis dipelukan Donghae.
“Wae??”tanya Donghae kaget.
“Hiks..Donghae Oppa kan udah SMP.
Berarti kita nggak satu sekolah lagi dong? Terus aku berangkat sama siapa??
Huuuuaaa”tangis Haegyo.
“Ya..Ya..uljima!! aku kan masih
bisa mengantarmu Gyo-ya. sekolah kita kan searah”jawab Donghae.
“Jinjja!!! Waaaa~ Oppaa neomu
joahae!!”ucap Haegyo sambil memeluk Donghae lagi.
Kedua orang tua Donghae hanya
tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua.
@#$%^&*()
“WAEEE?? Kenapa Oppa pergi?? oppa
sudah tak mencintaiku lagi hah?? Oppa sudah tak peduli lagi padaku?? Sampai
Oppa harus berangkat ke Seoul??”jerit Haegyo frustasi.
“Aniyo~ tapi Oppa harus mengejar
cita-cita Oppa. Oppa mohon mengertilah keadaan Oppa”ucap seorang lelaki muda
dengan postur tegap dan tinggi.
“Tidak!! Aku tidak mau mengerti!!
Oppa KAJIMAAAAA!!!”teriak Haegyo lalu berlari meninggalkan rumahnya.
Tak berselang lama, Donghae datang
ke rumah Haegyo.
“Yunho hyung, ada apa??”tanya
Donghae saat melihat Yunho terduduk lemah di sofa rumahnya. Nampak sangat
frustasi.
“Donghae-ya. Haegyo melarangku pergi,
ottokhe??”tanya Yunho frustasi.
Donghae menghela napas berat,
memandang Yunho penuh simpati.
“Kalau hyung yakin, kejarlah
cita-cita hyung. Tentang Haegyo, aku yakin saat Hyung nanti tampil di televisi
dia akan berbalik 100% mendukungmu!”hibur Donghae.
“Geurae? Aku mempercayakan adikku
padamu Donghae-ya”
Setelah itu Donghae keluar mencari
keberadaan Haegyo. Dia melewati pesisir pantai sampai menuju ke karang-karang.
Dan disana lah gadis itu berada. Duduk di sebuah batu karang besar sambil
memeluk lututnya, memandang laut.
“Kenapa melamun disini sendirian tidak mengajakku??”tanya Donghae lalu duduk di samping Haegyo.
Gadis itu menoleh dan melihat
Donghae sekilas lalu kembali memandang laut di depannya.
“Kau marah padaku??”tanya Donghae.
Haegyo menggelengkan kepala tanpa membuka mulut.
“Lalu kenapa kau
mendiamkanku??”tanya Donghae
Haegyo masih diam saja.
“Kau benar-benar tak mau bicara
padaku ya?? Ya sudah aku pergi”ucap Donghae.
Haegyo menahan tangan Donghae lalu
memeluk Donghae erat. Dan di dada Donghae itulah tangis Haegyo pecah. Donghae
tertegun melihat Haegyo menangis. Ini bukan kali pertama Donghae melihat Haegyo
menangis. Tapi ini kali pertama Donghae merasa sesak dan perih melihat air mata
Haegyo. Biasanya Haegyo akan menangis heboh disertai dengan teriakan-teriakan.
Tapi kali ini gadis itu menangis tanpa suara di dada Donghae. Hanya
isakan-isakan tertahan gadis itu yang semakin membuat Donghae mempererat
pelukannya.
Ternyata Haegyo tertidur dipelukan
Donghae setelah puas menangis. Donghae tersenyum lalu mengusap sisa-sisa air
mata yang ada di pipi Haegyo. Dia menggendong Haegyo dipunggung, berniat
mengantarnya pulang. Tapi saat hendak berbelok ke arah rumah, Haegyo terbangun.
“Aku tak mau pulang! Aku mau ke
rumah Donghae oppa saja!”ucap Haegyo yang ternyata terjaga dari tidurnya.
“Kau tak boleh seperti itu Gyo-ya.
Apa kau tak ingin bersama Yunho hyung sebelum dia berangkat ke Seoul?”tanya
Donghae.
“Shireo!! Shireo!! Shireo!! Aku
tak mau pulang Oppa..hikss”Haegyo mulai menangis lagi.
“Geurae..Geurae..Geurae.. Kita
pulang ke rumahku saja. Uljima.. arachi??”Donghae menggendong Haegyo sampai ke
rumah.
“Omo~ ada apa dengan
Haegyo??”tanya Umma Donghae kaget karena melihat Donghae menggendong Haegyo
yang tertidur.
Teriakan umma Donghae itu mengundang
Appa serta Donghwa untuk melihat.
“Dia tak apa-apa Umma. Dia sedang
tidur”jawab Donghae lalu masuk ke kamarnya, merebahkan Haegyo di kasur
miliknya.
Umma Donghae mengikuti ke dalam.
“Kenapa kau tak mengantarnya
pulang? Apa yang terjadi??”tanya Umma Donghae khawatir.
“Dia tak mau pulang Umma. Dia
ngambek gara-gara Yunho hyung mau ke Seoul”jawab Donghae.
“Ah.. Dia pasti sangat terpukul
kan? Ya sudah tak apa. Kau hubungi saja Orang tuanya, nanti mereka
khawatir”ucap Umma Donghae lalu merapikan selimut Haegyo.
....
Donghae terbangun di tengah malam
karena merasa mendengar isakan. Di lihatnya kasur sampingnya.haegyo sedang
berbaring memunggunginya, tapi Donghae tahu bahwa gadis itu sedang menangis
hebat. Bahu gadis itu bergetar hebat, isakan-isakan kecil masih terdengar meski
dia berusaha meredamnya.
Dipeluknya pinggang gadis itu
lembut. Lalu di senandungkannya lagu untuk membuat gadis itu nyaman dan kembali
tertidur. Tujuannya berhasil, karena sebentar saja gadis itu sudah berhenti
menangis. Dibalikkannya tubuh Haegyo,lalu dilihatnya raut cantik gadis itu yang
terpejam.
@!(%&
14 Februari 2002
Donghae sedang berdiri di depan
gerbang sekolahnya dengan seorang gadis di hadapannya. Gadis itu sepertinya
teman sekolah Donghae, nampak dari seragam SMA yang digunakannya. Gadis itu
memberikan sebuah bungkusan kepada Donghae.
“Oppa.. Ini coklat dariku, tolong
di terima ya. Karena ini adalah perasaanku, aku menyukai Oppa”ucap gadis itu
malu-malu.
Saat tangan Donghae akan menerima,
tiba-tiba ada tangan lain yang menampik bungkusan itu. Bungkusan yang berisi
coklat itu sontak jatuh dan isinya berhamburan. Gadis itu melotot marah pada
orang yang menyebabkan coklatnya rusak.
“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK
KECIL???”teriak gadis itu marah.
Dia menarik tangan anak berseragam
SD itu. Tangan Donghae menepis tangan gadis yang akan menampar anak SD itu.
“Lepaskan tanganmu dan jangan
berani-beraninya menyentuhnya!”ucap Donghae dingin.
Gadis itu kaget terhadap sikap
dingin Donghae yang tiba-tiba.
“Geundae Oppa.. Dia menghancurkan
coklat buatanku. Kenapa oppa justru membelanya??”gadis itu ingin menangis
melihat kelakuan Donghae.
“Aku bisa mengganti coklatmu jika
kau mau. Tapi kau tak bisa membayar bekas tanganmu yang melukainya padaku!”ucap
Donghae lalu bergegas pergi sambil menggandeng anak SD tadi.
“Chakaman. Siapa anak kecil itu?
Kenapa kau sangat melindunginya?”
“Dia adikku”jawab Donghae mantap
lalu pergi meninggalkan sekolah.
Di perjalanan pulang Donghae sama
sekali tak mengajak Haegyo bicara. Dia benar-benar mengacuhkan Haegyo.
“Ya, Oppa marah??”tanya Haegyo
akhirnya.
Donghae diam dan tetap berjalan.
“Kenapa Oppa marah karena aku
merusak coklatnya? Apa Oppa menyukai gadis centil seperti itu?”tanya Haegyo.
“Aku marah karena kelakuanmu Jung
Haegyo! Kenapa kau bisa berlaku seperti itu? Itu tidak sopan kau tahu? Dimana
tata kramamu terhadap orang yang lebih tua darimu? Lalu bagaimana kalau gadis
itu benar-benar melukaimu?? Apa yang sebenarnya ada di otakmu??”Donghae
membentak Haegyo tanpa sadar.
Haegyo terpaku melihat Donghae marah
kepadanya. Karena seumur hidupnya, Donghae belum pernah membentaknya sama
sekali. Tapi gara-gara gadis centil itu, dia harus dibentak Donghae.
“A..Aku.. Karena Aku mencintai
Oppa. Aku tak ingin Oppa bersama gadis lain. Karena aku ingin, hanya aku yang
menjadi milik Oppa”ucap Haegyo lirih.
Donghae terpaku mendengar
pengakuan Haegyo. Gadis kecilnya itu berani menyatakan cinta kepadanya. Apa selama ini dia salah memperlakukan
Haegyo??
“Kau masih kecil Gyo-ya. Kau masih
belum mengerti apa itu cinta. Kau mencintaiku hanya karena aku selalu ada
disisimu. Kau mencintaiku sama seperti kau mencintai Yunho hyung. Dan aku juga
mencintaimu dengan cara yang sama”ucap Donghae memberi pengertian.
Haegyo tergugu mendengar penuturan
Donghae. Dia merasa aneh dengan perkataan Donghae itu. Dia masih kecil? Apa 11
tahun itu masih kecil? Sebentar lagi dia akan lulus SD dan masuk SMP. Apa itu
masih kecil? Kenapa Donghae menolaknya hanya karena dia masih kecil??
“Aku juga minta maaf karena
membentakmu Gyo-ya. Aku tak bermaksud marah padamu, tapi lain kali hal seperti
ini jangan di ulangi lagi. Arachi??”
#$%^&*()@#$%^&*
Upacara kelulusan SMA Donghae yang
seharusnya menjadi momen bahagia, tapi justru menjadi momen paling memilukan
bagi Haegyo. Pagi itu Haegyo tahu bahwa setelah Donghae lulus SMA, Donghae akan
pergi ke Seoul untuk di trainee di SMEntertainment seperti Oppanya. Tak ada
yang bisa di ucapkannya saat berhadapan dengan Donghae. Dia tak bisa menangis
di hari bahagia Donghae itu, tapi dia juga tak bisa mengucapkan selamat dengan
senyum lebar seperti biasa.
Haegyo berdiri diam dihadapan
Donghae yang tengah menyapa teman-temannya dengan gembira. Lalu tiba-tiba
sepasang lengan Donghae merangkul Haegyo erat.
“Kau tak ingin mengucapkan selamat
kepadaku??”bisik Donghae.
“Chukkae...Oppa”ucap Haegyo lirih.
Donghae melepas pelukannya lalu
menatap Haegyo dengan senyum yang biasanya.
“Ayo kita ke taman bermain!!”ajak
Donghae.
Donghae dan Haegyo berjalan
beriringan menuju taman bermain. Donghae nampak bahagia sekali, sedangkan
Haegyo lebih banyak diam. Mereka mencoba semua wahana yang ada dan mengambil
banyak foto. Ketika Donghae ingin mengambil foto lagi Haegyo nampak jengah.
“Lebih baik jangan mengambil
terlalu banyak foto, itu akan berbahaya jika Oppa menjadi artis suatu saat
nanti”ucap Haegyo.
Donghae menghentikan senyumnya.
Dia menghela napas berat sambil memandang Haegyo. Digandengnya lengan Haegyo
lalu duduk di kursi yang tersedia.
“Aku hanya menciptakan banyak
kenang-kenangan sebelum aku pergi Gyo-ya. Apa kau tak akan merindukanku?”tanya
Donghae.
“Geurae.. Kalau Oppa tahu aku akan
merindukan Oppa, jadi jangan pergi”ucap Haegyo langsung.
Donghae terhenyak mendengar
perkataan Haegyo. Ini benar-benar pilihan yang sulit untuknya.
“Apa Oppa lupa apa yang terjadi
padaku saat kepergian Yunho Oppa? Kenapa? Kenapa Oppa melakukan hal yang sama
seperti Yunho Oppa??”tanya Haegyo mulai menitikkan air mata.
“Aku tak bisa Gyo-ya..”jawab
Donghae lirih.
“Keureomyeon. Oppa tak perlu
mengorbankan cita-cita Oppa demi aku. Aku akan baik-baik saja. Toh, Oppa memang
tak menginginkanku sejak awal. Aku pulang dulu Oppa”ucap Haegyo lalu berlalu
dari hadapan Donghae.
Donghae menarik lengan Haegyo
lagi.
“Kau boleh marah padaku. Tapi
jangan pernah pulang sendiri, selama masih ada aku disisimu. Ayo pulang!”Donghae
menggandeng tangan Haegyo.
@#$%^&*(@#$%^&*
Seorang gadis berseragam SMA
sedang berdiri dihadapan 13 orang pria. Gadis itu tersenyum manis kepada mereka
semua lalu mulai memperkenalkan dirinya.
“Annyeong haseyo Oppadeul. Naneun
Jung Haegyo imnida. Aku adik dari Jung Yunho Oppa. Aku trainee baru di
SMEnertainment. Jadi mohon bantuannya Oppadeul”dia membungkuk hormat.
“Adiknya Yunho??”ucap Heechul
menatap Haegyo dari ujung rambut ke ujung kaki.
“Jung Haegyo??”gumam Kyuhyun.
“Trainee baru SMEntertainment??”Leeteuk
juga bergumam.
“Tapi kami sudah mengenalmu dengan
baik karena ada orang yang setiap hari bercerita tentangmu tanpa henti”celetuk
Eunhyuk sambil melirik Donghae yang tengah asyik menatap Haegyo. Jadi Donghae
tak mengindahkan sindiran Eunhyuk itu.
“Pajyo! Kami lebih mengenalmu
sebagai pacar si NEMO ini!!”seru Sungmin yang membuat Haegyo garuk-garuk kepala
salting.
“Tak kusangka, Donghae ternyata
fedofil!!!”ucap Leeteuk sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setelah itu acara perkenalan
menjadi ajang kegajean para member SUPER JUNIOR.
@#$%^&*(!@#$%^&*()_
Donghae menggenggam tangan dingin
Haegyo. Sudah 6 jam gadis itu tak sadarkan diri karena kecapekan promosi album
barunya. Mendengar Haegyo pingsan di sebuah acara, Donghae bergegas datang ke
rumah sakit tak mempedulikan jadwalnya yang juga sedang menggila. Yang ada
dipikirannya hanya bagaimana caranya membuat gadis kecilnya itu sadar.
“O...pppp...aaaa”rintih Haegyo
pelan.
Donghae langsung merasa lega saat
mendengar suara Haegyo itu.
“Ne.. ini aku?? Gwenchana??”tanya
Donghae
Haegyo membuka matanya perlahan
dan tersenyum saat menatap Donghae. Donghae tetap menggenggam tangan Haegyo
tanpa melepasnya sedikitpun.
“Gwenchana...”jawab Haegyo sambil
tersenyum.
“Oppa..aku bermimpi tentang masa
kecil kita.. huh! Sepertinya aku benar-benar merindukan Oppa”
“Geurae. Karena itu ada aku
disini”jawab Donghae lalu memberikan kecupan kecil di bibir Haegyo.
Sunday, November 11, 2012
[KYURIM] COAGULATION
Genre : Romance, Friendship. Family
Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Choi Siwon (SJ), Song Hye Rim (OC), Jung Soo In (OC), Kim Hye Na (OC), Jung Scarlet (OC)
--.--
“Ajusshi..Ayo dong bukakan pagarnya, sekali ini sajaaa.. Saya juga baru
terlambat kali ini kok, janji deh nggak bakal ngulangin lagi. Ya ya?? Jebal....”.
Seorang siswi SMA sedang memohon ke satpam penjaga gerbang untuk membukakan
gerbang karena dia terlambat datang.
“Anio. Sekali saya bilang tidak ya
tidak! Mau baru terlambat sekali pun nggak bakal saya bukain”satpam itu tetap
bersikukuh.
“Aisshh~”yeoja itu melengos sebal
sambil menjauh dari gerbang. Dia bersandar pada pagar sekolah sambil cemberut
karena kesal tak dapat masuk.
“Ngapain berdiri disitu?”tanya
seseorang.
“Eh?? Kamu ngomong sama aku?”yeoja
itu bertanya bodoh sambil celingak-celinguk ke sekelilingnya.
“Ya,kamu babo!! Memangnya ada
siapa lagi disini? Kamu ngapain berdiri disitu?”namja itu mengulangi
pertanyaannya.
‘Aissshh~beraninya namja ini
mengataiku seperti ini. Melihat seragamnya sih dia sekolah disini juga, tapi
rasa-rasanya kok aku nggak pernah melihat dia saat orientasi siswa? Apa
jangan-jangan dia sunbaeku?’
“Aku berdiri disini karena tidak diijinkan masuk karena sudah bel”yeoja itu berkata judes
“Ara. Maksudku tidak mencoba mencari
cara buat masuk gitu? Nggak niat sekolah??”
“Sebenarnya aku apa kamu sih yang
bodoh? Jelas-jelas gerbang udah ditutup, mau masuk lewat mana?”sembur yeoja itu
marah
“Kamu emang babo!! Masih ada jalan
kok”namja itu berjalan dan menatap tembok yang menjulang, kira-kira setinggi 2
meter.
“Maksud kamu manjat tembok
ini??”yeoja itu bertanya ragu
“Ne. Memang mau lewat mana
lagi?”namja itu sudah hendak memanjat, tapi dia baru sadar kalau yeoja
disampingnya sama sekali tak bergerak “Heh, ngapain ngelamun? Kajja!!!”
“Kau bercanda kan? Aku ini yeoja
masak disuruh manjat segini tingginya. Aku juga pakai rok tahu!!”yeoja itu
masih menyerukan protesnya.
“AIISSHH!!”namja itu mengumpat tak
sabar. Tanpa aba-aba dia meraih pinggang yeoja itu dan mengangkatnya
“AAAAAAARRRRGGGHH!!!! Apa yang kau
lakukan?”teriaknya panik
“Sssssttt...Diam!! cepet panjat
terus lompat, sebelum satpamnya tahu!”
Yeoja itu mulai tahu keadaannya,
dia segera melakukan apa yang namja tadi katakan. Beberapa saat kemudian dia
berhasil memanjat, lalu disusul oleh namja tadi.
“Heh, kenapa tetap disini? Ayo
lompat turun! Malah duduk-duduk disini”namja tadi menegur
“Errrmm..aku tidak bisa lompat..
Takut”yeoja itu memandang bawah dengan tatapan takut.
BRUUKKK!!!
Namja tadi melompat kebawah
terlebih dahulu lalu merentangkan kedua tangannya.
“Ayo sekarang lompat! Mumpung
belum ada guru!! Ppalii!!!”
Dengan mata tertutup yeoja tadi
menjatuhkan dirinya pasrah, sedangkan dibawah namja tadi sudah siap
menangkapnya.
“AIIISSSHH!”namja tadi mengumpat
karena tahu yeoja itu terjun ke arah yang berlawanan dengan posisinya. Dengan
sigap dia pindah posisi dan meraih tubuh yeoja itu sebelum menghantam ke tanah.
Yeoja itu masih diam dengan mata
terpejam dipelukan namja tadi, beberapa saat masih dalam situasi seperti itu.
‘yeoja ini manis juga’ batin sang
namja.
“Heh, ngapain tidur ayo ke kelas!!
Aku akan mengantarmu, kelas berapa?”namja tadi bertanya sekaligus menyadarkan
yeoja itu.
“eh, kelas X-B”yeoja itu tergagap
dan segera melepaskan diri dari pelukan namja yang telah menolongnya.
Mereka berdua segera melangkahkan
kaki menuju kelas X-B. Namun ditengah perjalanan ada seseorang menyapa.
“Hye Rim sshi?”tanya orang itu
sedikit heran
Yeoja yang dipanggil Hye Rim itu
berhenti berjalan dan menatap ke arah si pemanggil.
“Siwon sunbae??”
“Kenapa ada diluar saat jam
pelajaran? Dan kau bersama...”dia mengalihkan pandangan ke arah samping Hye Rim
yang merupakan tempat berdiri namja yang sedari tadi mengantarnya
“Kyuhyun??”Siwon melanjutkan dengan nada lebih heran nyaris terkejut saat
melihat Kyuhyun bersama Hye Rim.
“Mianhae. Tadi aku terlambat dan
sunbae ini mengantarku”jawab Hye Rim ragu-ragu karena dia bisa melihat sorot
mata tak bersahabat Siwon pada namja yang tadi dipanggil Kyuhyun.
“Ne. Lebih baik aku yang
mengantarmu. Kyu lebih baik kau segera masuk kelas”ucap Siwon lalu menggandeng
Hye Rim pergi.
Hye Rim hanya melongo menatap
Kyuhyun yang tak berekspresi sama sekali. Wajahnya datar sekali, tak
menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mendengar perkataan Siwon bahkan menunjukkan
tanda-tanda bahwa dia mengenal Siwon. Ekspresinya lebih menyeramkan daripada
ekspresi marahnya terhadap Hye Rim tadi.
***
TOK TOK TOK TOK!!!
Kegiatan belajar mengajar dikelas
X-B terhenti karena suara ketukan pintu tadi. Semua mata sekarang tertuju ke
daun pintu yang terbuka dan menunjukkan sepasang makhluk namja dan yeoja.
“Mianhae sonsaengnim. Saya
mengantarkan murid bapak, dia tadi sedikit sakit sehingga datang
terlambat”Siwon berkata penuh etika pada Sungmin sonsaengnim
“Kau tak apa-apa Hye Rim sshi?
Kalau masih sakit bisa istirahat di ruang kesehatan”Sungmin sonsaengnim
nampaknya begitu mempercayai cerita Siwon
“Ne. Saya sudah tak apa-apa. Kamsa
hamnida Siwon sunbae”dia membungkuk sempurna lalu berjalan ke tempat duduknya.
Semua mata temannya kini menuju ke
arah SONG HYE RIM, sebagian orang memandang tak percaya, sebagian orang memandang
dengan pandang sinis dan benci.. bisik-bisik mulai terdengar merayap didalam
kelas.
“Apa yang kalian gunjingkan? Cepat
lanjutkan pekerjaan kalian. Hye Rim sshi kau bisa menuju tempat dudukmu”kata
sonsaengnim setelah Siwon berlalu.
~~~~
Saat istirahat tiba kedua
sahabatnya menghampiri Hye Rim dengan heboh.
“Hye Rim-ah.. Gimana ceritanya
sampai kau bisa diantar Siwon sunbae? Tadi dia menjemputmu ke rumah??”tanya Kim
Hye Na dengan hebohnya.
“Huusssh~ kau itu malah nanya
begitu. Bagaimana keadaanmu? Memangnya benar-benar sakit kok Siwon sunbae
sampai bilang seperti itu?”kali ini Jung Soo In yang berbicara.
“Haaahhh...dasar kalian berdua itu
sama aja. Ujung-ujungnya juga nanyain Siwon sunbae”ujar Hye Rim merengut.
Setelah itu Hye Rim menceritakan kejadian tadi pagi dengan selengkap-lengkapnya
tanpa ada yang dikurangi, walaupun ada yang di hiperboliskan guna menambah efek
WAHH!!
“Woooww.. Kereeenn.. siapa
namanya? Kyuhyun?? Ganteng nggak??”celetuk Soo In setelah Hye Rim selesai
bercerita.
“Ne..Kyuhyun mungkin. Soalnya aku
tadi denger Siwon sunbae manggil nama namja itu..”jawab Hye Rim sedikit ragu.
“Hah?? Kyuhyun?? Cho Kyuhyun??
Beneran Cho Kyuhyun? Kyuhyun sunbae??”jerit Hye Naa heboh.
“Kau kenal Naa??”tanya Hye Rim
kaget.
“Michyeoo..seantero sekolah ini
juga tahu kali kalau sama Cho Kyuhyun mah”Hye Naa geleng-geleng kepala sambil
memandang Hye Rim yang masih tak mengerti.
“Emangnya kenapa sampai terkenal
gitu? Dia artis? Member SUPER JUNIOR? Atau dia pernah mengharumkan nama sekolah
ini??”tanya Soo In ngelantur.
“Haahhh~ kalian nggak pada tahu
apa kalau dia panglima perangnya SMA kita??”Hye Naa bertanya gregetan karena
kedua temannya sama sekali tak tahu dengan makhluk yang bernama Kyuhyun.
“Haahh?? Sejak kapan sekolah kita
ada wajib militer??”kali ini Hye Rim yang menjadi lemot.
“Aigo~ bukan itu maksudku. Dia itu
leader kelompok berandalan disekolah ini. Setiap tawuran pasti dia ada
dibarisan pertama”terang Hye Naa
“Ahh,tapi orangnya kayaknya baik
tuh. Buktinya tadi dia nolongin Hye Rim”Soo In tiba-tiba membela.
“Nolongin? Nolonginnya juga nggak
bener kan? Manjat tembok. Itu tuh bukti kalau dia udah sering nglakuinnya.
Lebih baik kamu jauhin dia aja Hye Rim, daripada kena masalah”nasehat Hye Naa
“Yeee...siapa yang mau deketin?
Tadi aja kebetulan ketemu. Tapi kok aku masih ngerasa kalau dia sebenarnya baik
ya?”ucap Hye Rim lirih.
“Aduuuhh, Hye Rim. Jangan sampai
tertipu sama kesan pertama dan penampilan luarnya. Mending juga sama Siwon
sunbae yang jelas-jelas orang baik”Soo In sekarang juga ikut memojokkan Kyuhyun
padahal tadi di ngebela.
‘HAAHH?? Bukannya kata-kata itu
juga cocok buat Siwon sunbae? Jangan tertipu dengan penampilan luar. Aduhh
mereka ini’batin Hye Rim
“Kenapa jadi nyangkut ke Siwon
sunbae? Ada hubungannya?”Hye Rim sedikit keki mendengar dua temannya terlalu
mengidolakan Siwon.
“Kau itu terlalu naif! Jelas-jelas
ada barang bagus didepan mata yang tertarik padamu!!’ujar Hye Naa lalu berjalan
keluar kelas..
~~~
*Kyuhuyun POV*
Aku berjalan menuju kantin
sendirian saat bel istirahat berbunyi. Haaahh~ aku malas sekolah hari ini,
sebenarnya bukan hari ini saja tapi setiap hari. Aku merasa semuanya
membosankan, buat apa aku mendengarkan penjelasan guru toh aku sudah bisa
memahaminya hanya dengan sekali membaca dan mempelajarinya. Sesampainya di kantin
aku menuju meja favoritku yang kosong, meja itu memang selalu kosong karena
mereka semua tahu kalau hanya aku yang boleh menggunakannya.
Aku melihat ke meja sampingku ada
seorang siswa yang sedang menyantap makanannya. Aku menatap ke badge namanya
‘LEE TAEMIN’ bacaku dalam hati.
“Taemin pesankan aku jajangmyeon
dan jus stroberi”perintahku.
Siswa itu menatap ke arahku dengan
pandang terganggu tapi itu hanya sedetik, sedetik kemudian wajahnya langsung
ketakutan.
“Ne sunbae”jawabnya dengan takut
lalu segera pergi membelikan pesananku. Aku tersenyum puas saat tahu dia
mematuhiku.
‘Rupanya pesonaku belum
pudar’batinku.
Sambil menunggu makananku
dibawakan oleh Taemin aku mengeluarkan PSPku dari saku celana dan segera
memainkannya. Beberapa menit kemudian aku sudah larut dalam permainanku, sampai
tiba-tiba ada sesuatu yang dingin menyiram punggungku.
“MWOOO??”gelegarku sambil bangkit
berdiri mencoba melihat ke belakang punggungku. Aku mendapati punggungku basah
oleh cairan kental kemerahan. Jus stroberi.
“Miii...Mii...Mianhae
sunbae”seorang yeoja berambut coklat sebahu menatapku dengan pandang ketakutan.
Manik coklatnya menyiratkan kecemasan dan berkaca-kaca.
“Aiisshh~ kalau jalan itu pakai
mata! Jangan jelalatan aja! Dasar babo!!!”umpatku kesal. Padahal selama ini aku
jarang sekali bersikap kasar pada yeoja.
“Mian sunbae. Tapi tadi ada yang
menjegalku hingga membuatku kehilangan keseimbangan dan menumpahkan jus itu”dia
semakin terbata menjelaskan padaku.
“Sudah salah masih saja cari kambing hitam!”bentakku lagi.
“Dia kan sudah minta maaf. Kenapa
masih saja terus memaki sih?”teriak seorang yeoja
Aku menoleh melihat siapa yang
berani menentangku. Yeoja itu, yeoja tadi pagi yang kutolong. Dasar tak tahu
balas budi!
“Kau pikir hanya dengan minta maaf
masalah selesai? Seragamku bisa kembali bersih?”tanyaku sarkatis, aku
menatapnya tajam.
“Setidaknya dia merasa bersalah
akan perbuatannya. Tidak seperti sunbae yang terlalu membesar-besarkan
masalah”ucapnya lantang. Dalam hati aku mengagumi keberanian yeoja ini.
Aku melepas seragamku dan
menyerahkannya pada..emmm..Hye Rim. Untung saja aku selalu memakai kaos sebagai
dalaman.
“Kalau begitu kau yang cucikan
untukku!”aku melemparkan pakaianku ke mukanya lalu beranjak pergi
“Aiiissshh~”aku masih bisa
mendengar dia berteriak kesal. Tak terasa aku menyunggingkan senyum.
*Kyuhyun POV END*
****
*Hye Rim POV*
“Aaarrrggghhh...Dasar orang
giilllaaaa!!! Kenapa jadi aku sih yang harus nyuciin bajunya? Emang aku babunya
apa?? Siaalaannn!!”teriakku kesal.
“Mianhae Hye Rim sshi. Tadi itu
salahku, seharusnya kau tak membelaku. Aku jadi membuatmu dalam masalah”kata
yeoja yang kutolong tadi merasa bersalah.
“Aku tahu Scarlet. Seharusnya
memang aku tak mencari masalah dengannya, tapi entah kenapa mulutku tak bisa kutahan”jawabku lesu
“Kan sudah kubilang jauhi.
Eehh,ini malah nantang perkara. Haduhhh”Hye Naa ikut-ikut membuatku kesal
“Kau ini, siapa yang tahan kalau
temanmu itu diperlakukan seperti itu sama setan satu itu!”aku mulai naik darah.
“Hye Rim sshi biar aku saja yang
mencucikannya. Nanti setelah bersih kau
kembalikan lagi padanya”ucap Scarlet
“Ne. Gomawo Scarlet”ucapku tanpa
basa basi, toh memang ini juga karena dia.
Tiba-tiba ruangan kelasku menjadi
semakin ramai, bahkan ada yang sampai menjerit histeris. Aku heran apa yang sebenarnya
terjadi.
‘oh itu rupanya biang
keroknya.haaahh’batinku
“Hye Rim sshi”sapa Siwon sunbae
ramah, tapi tak bisa menutupi raut cemasnya.
“Ne. Gwenchana sunbae?”tanyaku
heran.
“Ehm, bisa kita bicara sebentar.
Ada sesuatu yang perlu kusampaikan”ucapnya
“Ne..”jawabku lalu mengikutinya
keluar, tak mempedulikan pandangan bertanya teman-temanku.
Setelah diluar kelas..
“Aku tadi mendengar kalau kau
sempat beradu mulut , dengan Kyuhyun ya?”tanyanya
‘ah,ini rupanya penyebabnya’
“Ne sunbae”jawabku seadanya.
“Kau tak apa kan? Maksudku dia tak
kasar padamu?”tanyanya lagi
‘tentu saja kasar!’
“Anio sunbae. Hanya saja
omongannya sedikit pedas”ucapku dengan kesal kalau mengingat kejadian tadi.
“Lupakan saja.. anak itu memang
sejak dulu seperti itu. Bagaimana bisa sampai kau bertengkar dengannya?”
Aku menceritakan lagi kejadian
tadi siang. Haaahhh~ kenapa banyak sekali sih yang minta diceritakan.
“Lebih baik kau tak membuat
masalah dengannya. Aku minta kau berpikir dulu sebelum bertindak, jangan sampai
kejadian seperti tadi terulang lagi”ucap Siwon sunbae. Aku hanya mengerutkan
kening mendengarnya.
“Ehm, sepertinya sunbae kenal baik
dengan dia ya?”tanyaku
“Terlihat seperti itu ya?”dia
malah balik bertanya.
“Buktinya sunbae bisa memberiku
nasehat seperti itu”ucapku polos
“Hahahaha~ tentu saja aku tahu.
Satu sekolah saja juga tahu”dia malah tertawa
“Tapi oppa benar-benar seperti
mengenalnya dengan baik”aku tetap ngotot.
“Tentu saja aku kenal, dia teman
sekelasku”ucapnya membuatku terkejut.
“Hahhh?? Kelas sunbae kan kelas
unggulan? Kok bisa orang seperti dia masuk kelas unggulan?”aku terheran-heran
mendengarnya, jangan-jangan sunbae ini bercanda.
“Maksudmu apa dengan ‘orang
seperti dia’?”
“Dia kan berandalan, biang onar,
suka tawuran. Memangnya dia pinter gitu? Atau jangan-jangan pake uang kali
sampai bisa masuk kelas unggulan”ucapku begitu saja, tanpa filter.
“Hahaha~ Rupanya kau juga sudah
tahu tentang ‘victory’nya ya? Dia memang badung dan nggak bisa diatur, tapi
sekolah tak bisa mengeluarkannya. Karena dia salah satu pion terpenting sekolah
kita dalam perlombaan dibidang SAINS”jawabnya
“MWOOO?? Aigo~~”aku sudah tak
sanggup berkata-kata lagi.
“Ya sudah. Ingat pesanku tadi ya.
Aku harus segera pergi, ada rapat OSIS”pamitnya lalu beranjak pergi.
Aku tak merespon ucapannya karena
masih terlalu shock mendengar kenyataan yang menghebohkanku.
“Hye Rim POV END*
TBC
Subscribe to:
Comments (Atom)




