Saturday, December 8, 2012

ILoveJYJ.com Jaejoong Day Interview with Family

So Jaejoong’s sister protected him from being beaten up at school teheeee
Older Sister:
Ne~~ver could he possibly come home after being beaten up (by others). The eighth (sister) is only one year apart from Jaejoong and she was in the same grade as Jaejoong because Jaejoong was born in the early months of the year (T/N: in Korea, if you are born in the early months of the year, you go to school with children who were born the previous year), and so although it was often that they would fight at home, when Jaejoong would get a blow at school, she didn’t stay put. Even if it took grabbing onto his hair and shaking him, Jaejoong never got hit.
Really… I shouldn’t say this on air but there were talks about Jaejoong’s sister being a gangster, they really were afraid of the sisters to that degree.
Jaejoong, under the protection of his sisters, probably didn’t get hit, at least.
He has the heart of a woman (so obvious he loved Yunni tehee) 
Older Sister: The one who helped him become a singer was the fifth sister, he says.
Everyone probably knows. Jaejoong is really nice (kindhearted).
He’s a guy, but because there were eight sisters and one boy, even his personality when he was young, was a girl, a girl.
A girl to the bone (T/N: literally, “by nature,” “from the sky”).

He wore  his sisters’ clothes in order to look cool .
Older Sister: When we used to go to Everland (T/N: a theme park in Korea) Jaejoong was in elementary school. But when we used to go to Everland I liked clothes quite a bit, and at that time Sechs Kies (T/N: a Korean idol group) was in. There was this Burberry-style coat that Sechs Kies wore.
But that coat was gray. Something that really bling bling celebs wear. But I was working in the store one day and someone just wooshed by. I looked and it was Jaejoong. For my part, I was so embarrassed. This tiny kid came wearing his older sister’s clothes—how embarrassing is that. So I told him openly “Hey… hurry up and go home and change, change”… I told him that.
Jaejoong… for his part, in that young mind that he had, he had come wearing that in order to look cool, and his sister does not say that he looks good (T/N: literally, nice, pretty) but instead tells him to hurry up and go home and change… at that time he felt upset at his sister for the first time, he told me that story.

cr : HeavensWine

[SONGFIC] Telephone




Cast     : YunJae
Genre   : Romance
Warning: This is YAOI Fic. BOYSLOVE. Don't like Don't read. flame are not allowed!

Seorang namja tampan dengan perawakan tegap tengah berjalan memasuki apartemen tempatnya tinggal. Setelah memasukkan kode keamanan pintu apartemennya, wajah tampannya yang semula dingin tanpa ekspresi kini berubah menjadi keruh dan lesu setelah memasuki apartemennya yang mewah namun terlihat kosong dan hampa. Mata musangnya yang sedari tadi di perjalanan menuju apartemen selalu waspada kini meredup. Pria itu menghela napasnya berat, tangan besarnya mengusap wajahnya kasar. Segera saja dia memasuki salah satu kamar dari empat kamar yang berada di sana.

Dia segera masuk kamar mandi untuk menyegarkan badan dan pikirannya setelah seharian penuh ini penat karena pekerjaan. Meregangkan otot-otot wajahnya yang terasa kaku karena dipaksa untuk terus tersenyum di depan kamera. Ya, hanya di depan kamera dia terlihat hidup dan baik-baik saja.

15 menit kemudian pria itu keluar dari kamar mandi dan memilih piyama tidurnya. Setelah selesai dia langsung merangkak naik ke atas tempat tidurnya. Dia meraih ponselnya dan memainkannya sebentar. Dia melihat jam menunjukkan pukul dua dini hari. Dia sedikit ragu untuk menghubungi seseorang melihat jam yang sudah memperingatkannya untuk segera tidur. Tapi, seharian ini dia belum mendengar suara orang yang ingin ditelponnya ini. Dengan menahan napas dia mendial angka 9.

Kimi wa doko ni itte? Dare to doko ni itte? Donna fuku o kitte?..

Setelah lagu Stand By You milik Tohoshinki mengalun cukup lama tanpa ada tanda sang pemilik nomor mengangkat.’ Pria itu mendesah kecewa, apa mungkin dia sudah tidur? Yah, memang sudah larut sekali sih. Lebih baik besok saja aku menelepon Boo’

“yeoboseyo”pria itu mengurungkan niat memutus sambungan telepon ketika mendengar suara yang dirindukannya menjawab teleponnya. Meski suara orang itu sekarang terdengar serak, khas bangun tidur.

“Apa aku membangunkanmu??”tanya pria itu lembut.

“Eung??”hanya respon itulah yang diberikan orang diseberang, tapi beberapa detik kemudian “Yunnieee!!!”pekik orang itu keras.

“Ne. Mianhae meneleponmu selarut ini Joongie”

“Gwenchana, Yunnie~ Kau baru pulang ya??”

“Ne. Seharian ini aku sibuk sekali jadi tak sempat mengabarimu sama sekali Boo. Mianheyo”

Tak ada respon sama sekali.

“Jaejoongie..”panggil Yunho lembut dan isakan lirih terdengar.

“sssttt uljima. Kau tahu kan aku paling benci melihatmu menangis?”

“Tapi kan kau sekarang tak bisa melihatku menangis!!”

“Tapi aku bisa mendengarnya Jae. Jebal berhentilah menangis. Kau membuatku merasa tak berguna karena tak bisa disampingmu saat ini”Yunho terlihat semakin lelah.

“Mereka masih suka menyiksamu ya??”Jaejoong berbicara di tengah isakannya.

Yunho menghela napas sekali lagi.

“Tidak seperti itu Jae, ini resiko sebagai artis kan??”

“Tapi kau pulang jam segini hampir setiap hari”

“Jae tidak..”

“Jangan membela mereka Yunnie! Aku tahu karena aku pernah bekerja untuk mereka juga. Jangan bilang mereka telah berubah, karena aku tak melihat itu dari kondisimu saat ini”suara Jaejoong sedikit meninggi meski isakan masih terdengar.

“....”

“Yun, sampai kapan kami harus menunggu? Kenapa tidak pergi saja sekarang?? Aku tidak bisa melihatmu diperlakukan seperti ini..”

“Gwenchana. Aku bisa menahan ini semua Boo. Bersabarlah sampai aku mendapatkan apa yang menjadi hak kita. Setelah itu kami akan menyusul kalian”

“Tapi sampai kapan?? Hmm??”

“Kau percaya padaku kan??”

Tak ada sahutan dari Jaejoong.

“Jaejoongie...”

“Tentu saja. Aku selalu percaya pada leader sshi”

“Gomawo”

Hening.

“Bogoshippo Yunni-ya”

“Nado bogoshippo Joongi-ya”..... “Joongie-ya. aku berencana mengajakmu berlibur ke Australia. Apa kau mau??”

“Nde?? Kau serius?? Tentu saja aku mau! Tapi jadwalmu Yun”

“Aku akan menyesuaikan jadwal kita berdua. Nanti kirim email tentang jadwalmu ya??”

“NE!!”

“Sudah malam, tidurlah Joongie. Saranghae”

“Nado Saranghae. Jaljayo Yunnie~”

*END

I KNOW TRANSLATE - TOHOSHINKI


why my mind always onto YunJae??

Friday, December 7, 2012

YUNJAE's FACT



I remember that  Japanese fan who said that Jaejoong wrote the first letter of Yunho’s name on the window in Japanese  and then wiped it quickly …. check for yourselves ,
he wrote  ユ in ユンホ which is Yunho’s name . 

cr : HeavensWine

[YunJae] Jaejoong’s cyworld entry on Yunho’s birthday 070206

“I wanted to ask (someone)…
Why I was lost in the woods… 
Why I followed such a difficult love…
Why I couldn’t find happiness in my life. 
Now I know, that I’m happy to have 
someone who understands me… 
and cares about me. ^^

Happy Birthday!”

cr : HeavensWine 

*Yunho’s name wasn’t mentioned, but Jaejoong did write “Happy Birthday!” along with the date of Yunho’s birthday.

Tuesday, December 4, 2012

Jaejoong sings at TOKYO DOME (Jaebum's song)

Maybe we’re in a complicated fate,
Two people entangled with one another
Everyday I am in debt to you, not being able to pay you back
Sometimes like lovers, sometimes like strangers
Is it okay to live like this?
Even after all those mistakes and frequent break ups
You were always there
I know you’re the only one who can make me live in this world
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
My rough thoughts and my anxious eyes
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
I know you’re the only one who can make me live in this world
In order to live without regrets, I need to hold onto you but…
My rough thoughts and my anxious eyes
You have seem them all
This is probably a war-like love
Because I’m dangerous
Because I love you
I will leave you
For you…I will leave

Jaejoong sings in Karaoke (PTB scene)

Foolishly i thought none would know

I have lived my life acting fine till now

After you have left everyone said they knew my obvious eyes 

Were so different from my happy days

They had no choice but to think that we had broken up

It seemed that you and I were really good back then

I never knew how to get angry so they said it was pleasant

Yes it was like this back then since i loved you

The world to me was a big sensation

If i forget the moments i have lived

I’m trying to reverse it , i’m trying to find you

Although without you i’ll be still breathing fine

With only regrets and longing i can’t survive not even for a day

Thursday, November 15, 2012

[DOUBLE HAE COUPLE] ONLY HOPE



Cast        : Lee Donghae, Jung Haegyo, Jung Yunho, SUPER JUNIOR.
Genre      : Romance, Family
Summary : “So I lay my head back down.And I lift my hands and pray,to be only yours, I pray, to be only yours .I know now, you're my only hope
-.-

Seorang gadis kecil berumur lima tahun tersenyum gembira sembari bernyanyi riang di gandengan seorang bocah lelaki berusia dua belas tahun. Sang bocah lelaki hanya tersenyum menatap gadis kecil periang disampingnya itu, sesekali juga ikut menimpali nyanyian gadis kecil itu.

Gadis kecil itu berhenti melangkah.

“Wae irae Gyo-ya??”tanya bocah lelaki itu heran melihat gadis digenggamannya itu tiba-tiba berhenti.

“Donghae Oppa kalau besar mau jadi apa??”tanya gadis kecil itu dengan mata yang berbinar ingin tahu.

“Wae? Kenapa kau tiba-tiba bertanya??”tanya Donghae heran.

“Ibu guru tadi bertanya tentang cita-cita kita di masa depan. Haegyo bingung mau jawab apa, kata Bu Guru dibuat PR besok harus dijawab”gadis itu memainkan ujung kemeja seragam Donghae.

Donghae tersenyum lembut mendengar jawaban jujur itu, digamitnya lengan kecil Haegyo lalu diajaknya berjalan lagi.

“Lalu kenapa kau bertanya padaku? Kau ingin memiliki cita-cita sama denganku??”Donghae tersenyum menggoda.

“Eung~ aku akan ikut apapun yang Oppa lakukan. Jadi katakan apa cita-cita Oppa, supaya aku bisa menjawab pertanyaan ibu guru”jawab Haegyo semangat. Kuncir duanya sampai ikut bergoyang-goyang saking semangatnya.

“Hmm..Aku mau jadi pemain sepak bola”jawab Donghae serius.

Mendengar jawaban Donghae, Haegyo berhenti berjalan wajahnya menunduk.

“Ada apalagi Gyo-ya??”tanya Donghae.

Haegyo mendongakkan kepalanya menatap Donghae yang lebih tinggi darinya. Matanya berkaca-kaca, bibirnya mencebik lucu. Donghae kaget sendiri melihat Haegyo akan menangis.

“Oppa bilang Oppa ingin jadi pemain sepak bola?? Oppaaaa...aku kan cewek.. Mana boleh jadi pemain sepak bola Oppa?? Apa itu berarti aku harus berpisah dari Oppa?? Huuaaaa.... ANDWAEEEE!!! Aku nggak mau pisah sama Donghae Oppa.. Nan Naega shireoooo!!!”lengking Haegyo disertai tangisnya.

“Ya... Ya... Uljima Gyo-ya.. Jebal Uljimaa”Donghae kalang kabut mendiamkan Haegyo yang menangis tersedu-sedu.

Donghae berlutut  di depan Haegyo, mengusap lembut air mata gadis itu. Haegyo balas memandang Donghae dengan masih berair mata. Donghae tersenyum lembut lalu berkata.
Kau tahu? Bersama itu bukan kita selalu melakukan hal yang sama Gyo-ya. Bukan kau harus mengikuti apapun yang kulakukan. Bersama itu saat kita bisa merasakan kehadiran satu sama lain saat jarak memisahkan kita. Bersama itu saat kita bisa mengingat sau sama lain didalam sini”ucap Donghae sambil meletakkan tangannya di dada Haegyo “Kau harus menemukan jalanmu sendiri Gyo-ya. Kau harus berjuang untuk meraih mimpimu. Kau harus berusaha sebaik mungkin untuk membuat Appa, Umma, Yunho hyung dan aku bangga. Saat kau tak sanggup menghadapi dunia lagi, yakinlah bahwa aku akan selalu ada untukmu”ucap Donghae lagi.

Haegyo hanya mengerjapkan matanya bingung mendengar kalimat panjang Donghae. Tak satupun dari kalimat itu bisa dicernanya.

“Oppa..Aku tak paham maksud Oppa”ucap Haegyo polos. Donghae tertawa kecil lalu mengusap rambut Haegyo.

“Maksudnya aku menyayangimu Gyo-ya”ucap Donghae lalu mengecup kening Haegyo.

Mereka lalu melanjutkan perjalanan pulang mereka yang tertunda. Saat ada sebuah motor berhenti dihadapan mereka.

“Donghae-ya. Haegyo-ya.. Kenapa kalian pulang lebih dulu? Appa kan mau menjemput kalian”ucap seorang lelaki yang mengendarai motor itu.

“Jinjja?? Appa mau menjemput kami??”tanya Haegyo gembira.

“Huh, Abeoji kan habis menjual ikan hasil tangkapan hari ini! Kebetulan saja bertemu kami disini”dengus Donghae.

Haegyo memandang Donghae lalu mengerecutkan bibirnya lucu.

“Waeyo Haegyo-ya??”tanya lelaki itu.

“Appa bohong! Appa nggak benar-benar berniat menjemput kami kan?”tuntut Haegyo.

Pria paruh baya itu tersenyum salah tingkah dan melotot pada Donghae yang bersiul-siul tak peduli.

“heheheh..Sudahlah itu tak penting. Sekarang ayo kalian berdua naik, hari sudah semakin siang”

Akhirnya Haegyo naik ke motor dengan digendong Donghae, lalu Donghae naik dibelakang Haegyo.

#$%^&*()_!@#$%^&*()

Donghae menutup pidato perpisahannya dengan senyum diiringi seluruh hadirin yang ada di aula itu. Dia turun dari panggung dan menuju tempat dimana kedua orang tuanya berada. Appa dan Umma Donghae tersenyum sambil memeluk anak lelaki mereka penuh rasa bangga.

“Oppa chukae!!!”seru Haegyo dengan senyum lebar.

“Gomawo!”jawab Donghae lalu memeluk Haegyo erat. Tapi tiba-tiba Haegyo menangis dipelukan Donghae.

“Wae??”tanya Donghae kaget.

“Hiks..Donghae Oppa kan udah SMP. Berarti kita nggak satu sekolah lagi dong? Terus aku berangkat sama siapa?? Huuuuaaa”tangis Haegyo.

“Ya..Ya..uljima!! aku kan masih bisa mengantarmu Gyo-ya. sekolah kita kan searah”jawab Donghae.

“Jinjja!!! Waaaa~ Oppaa neomu joahae!!”ucap Haegyo sambil memeluk Donghae lagi.

Kedua orang tua Donghae hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua.

@#$%^&*()

“WAEEE?? Kenapa Oppa pergi?? oppa sudah tak mencintaiku lagi hah?? Oppa sudah tak peduli lagi padaku?? Sampai Oppa harus berangkat ke Seoul??”jerit Haegyo frustasi.

“Aniyo~ tapi Oppa harus mengejar cita-cita Oppa. Oppa mohon mengertilah keadaan Oppa”ucap seorang lelaki muda dengan postur tegap dan tinggi.

“Tidak!! Aku tidak mau mengerti!! Oppa KAJIMAAAAA!!!”teriak Haegyo lalu berlari meninggalkan rumahnya.

Tak berselang lama, Donghae datang ke rumah Haegyo.

“Yunho hyung, ada apa??”tanya Donghae saat melihat Yunho terduduk lemah di sofa rumahnya. Nampak sangat frustasi.

“Donghae-ya. Haegyo melarangku pergi, ottokhe??”tanya Yunho frustasi.

Donghae menghela napas berat, memandang Yunho penuh simpati.

“Kalau hyung yakin, kejarlah cita-cita hyung. Tentang Haegyo, aku yakin saat Hyung nanti tampil di televisi dia akan berbalik 100% mendukungmu!”hibur Donghae.

“Geurae? Aku mempercayakan adikku padamu Donghae-ya”

Setelah itu Donghae keluar mencari keberadaan Haegyo. Dia melewati pesisir pantai sampai menuju ke karang-karang. Dan disana lah gadis itu berada. Duduk di sebuah batu karang besar sambil memeluk lututnya, memandang laut.

“Kenapa melamun disini sendirian tidak mengajakku??”tanya Donghae lalu duduk di samping Haegyo.
Gadis itu menoleh dan melihat Donghae sekilas lalu kembali memandang laut di depannya.

“Kau marah padaku??”tanya Donghae. Haegyo menggelengkan kepala tanpa membuka mulut.

“Lalu kenapa kau mendiamkanku??”tanya Donghae

Haegyo masih diam saja.

“Kau benar-benar tak mau bicara padaku ya?? Ya sudah aku pergi”ucap Donghae.

Haegyo menahan tangan Donghae lalu memeluk Donghae erat. Dan di dada Donghae itulah tangis Haegyo pecah. Donghae tertegun melihat Haegyo menangis. Ini bukan kali pertama Donghae melihat Haegyo menangis. Tapi ini kali pertama Donghae merasa sesak dan perih melihat air mata Haegyo. Biasanya Haegyo akan menangis heboh disertai dengan teriakan-teriakan. Tapi kali ini gadis itu menangis tanpa suara di dada Donghae. Hanya isakan-isakan tertahan gadis itu yang semakin membuat Donghae mempererat pelukannya.

Ternyata Haegyo tertidur dipelukan Donghae setelah puas menangis. Donghae tersenyum lalu mengusap sisa-sisa air mata yang ada di pipi Haegyo. Dia menggendong Haegyo dipunggung, berniat mengantarnya pulang. Tapi saat hendak berbelok ke arah rumah, Haegyo terbangun.

“Aku tak mau pulang! Aku mau ke rumah Donghae oppa saja!”ucap Haegyo yang ternyata terjaga dari tidurnya.

“Kau tak boleh seperti itu Gyo-ya. Apa kau tak ingin bersama Yunho hyung sebelum dia berangkat ke Seoul?”tanya Donghae.

“Shireo!! Shireo!! Shireo!! Aku tak mau pulang Oppa..hikss”Haegyo mulai menangis lagi.

“Geurae..Geurae..Geurae.. Kita pulang ke rumahku saja. Uljima.. arachi??”Donghae menggendong Haegyo sampai ke rumah.

“Omo~ ada apa dengan Haegyo??”tanya Umma Donghae kaget karena melihat Donghae menggendong Haegyo yang tertidur.

Teriakan umma Donghae itu mengundang Appa serta Donghwa untuk melihat.

“Dia tak apa-apa Umma. Dia sedang tidur”jawab Donghae lalu masuk ke kamarnya, merebahkan Haegyo di kasur miliknya.

Umma Donghae mengikuti ke dalam.

“Kenapa kau tak mengantarnya pulang? Apa yang terjadi??”tanya Umma Donghae khawatir.

“Dia tak mau pulang Umma. Dia ngambek gara-gara Yunho hyung mau ke Seoul”jawab Donghae.

“Ah.. Dia pasti sangat terpukul kan? Ya sudah tak apa. Kau hubungi saja Orang tuanya, nanti mereka khawatir”ucap Umma Donghae lalu merapikan selimut Haegyo.

....

Donghae terbangun di tengah malam karena merasa mendengar isakan. Di lihatnya kasur sampingnya.haegyo sedang berbaring memunggunginya, tapi Donghae tahu bahwa gadis itu sedang menangis hebat. Bahu gadis itu bergetar hebat, isakan-isakan kecil masih terdengar meski dia berusaha meredamnya.

Dipeluknya pinggang gadis itu lembut. Lalu di senandungkannya lagu untuk membuat gadis itu nyaman dan kembali tertidur. Tujuannya berhasil, karena sebentar saja gadis itu sudah berhenti menangis. Dibalikkannya tubuh Haegyo,lalu dilihatnya raut cantik gadis itu yang terpejam.

@!(%&


14 Februari 2002

Donghae sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya dengan seorang gadis di hadapannya. Gadis itu sepertinya teman sekolah Donghae, nampak dari seragam SMA yang digunakannya. Gadis itu memberikan sebuah bungkusan kepada Donghae.

“Oppa.. Ini coklat dariku, tolong di terima ya. Karena ini adalah perasaanku, aku menyukai Oppa”ucap gadis itu malu-malu.

Saat tangan Donghae akan menerima, tiba-tiba ada tangan lain yang menampik bungkusan itu. Bungkusan yang berisi coklat itu sontak jatuh dan isinya berhamburan. Gadis itu melotot marah pada orang yang menyebabkan coklatnya rusak.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK KECIL???”teriak gadis itu marah.

Dia menarik tangan anak berseragam SD itu. Tangan Donghae menepis tangan gadis yang akan menampar anak SD itu.

“Lepaskan tanganmu dan jangan berani-beraninya menyentuhnya!”ucap Donghae dingin.

Gadis itu kaget terhadap sikap dingin Donghae yang tiba-tiba.

“Geundae Oppa.. Dia menghancurkan coklat buatanku. Kenapa oppa justru membelanya??”gadis itu ingin menangis melihat kelakuan Donghae.

“Aku bisa mengganti coklatmu jika kau mau. Tapi kau tak bisa membayar bekas tanganmu yang melukainya padaku!”ucap Donghae lalu bergegas pergi sambil menggandeng anak SD tadi.

“Chakaman. Siapa anak kecil itu? Kenapa kau sangat melindunginya?”

“Dia adikku”jawab Donghae mantap lalu pergi meninggalkan sekolah.

Di perjalanan pulang Donghae sama sekali tak mengajak Haegyo bicara. Dia benar-benar mengacuhkan Haegyo.

“Ya, Oppa marah??”tanya Haegyo akhirnya.

Donghae diam dan tetap berjalan.

“Kenapa Oppa marah karena aku merusak coklatnya? Apa Oppa menyukai gadis centil seperti itu?”tanya Haegyo.

“Aku marah karena kelakuanmu Jung Haegyo! Kenapa kau bisa berlaku seperti itu? Itu tidak sopan kau tahu? Dimana tata kramamu terhadap orang yang lebih tua darimu? Lalu bagaimana kalau gadis itu benar-benar melukaimu?? Apa yang sebenarnya ada di otakmu??”Donghae membentak Haegyo tanpa sadar.

Haegyo terpaku melihat Donghae marah kepadanya. Karena seumur hidupnya, Donghae belum pernah membentaknya sama sekali. Tapi gara-gara gadis centil itu, dia harus dibentak Donghae.

“A..Aku.. Karena Aku mencintai Oppa. Aku tak ingin Oppa bersama gadis lain. Karena aku ingin, hanya aku yang menjadi milik Oppa”ucap Haegyo lirih.

Donghae terpaku mendengar pengakuan Haegyo. Gadis kecilnya itu berani menyatakan cinta kepadanya.  Apa selama ini dia salah memperlakukan Haegyo??

“Kau masih kecil Gyo-ya. Kau masih belum mengerti apa itu cinta. Kau mencintaiku hanya karena aku selalu ada disisimu. Kau mencintaiku sama seperti kau mencintai Yunho hyung. Dan aku juga mencintaimu dengan cara yang sama”ucap Donghae memberi pengertian.

Haegyo tergugu mendengar penuturan Donghae. Dia merasa aneh dengan perkataan Donghae itu. Dia masih kecil? Apa 11 tahun itu masih kecil? Sebentar lagi dia akan lulus SD dan masuk SMP. Apa itu masih kecil? Kenapa Donghae menolaknya hanya karena dia masih kecil??

“Aku juga minta maaf karena membentakmu Gyo-ya. Aku tak bermaksud marah padamu, tapi lain kali hal seperti ini jangan di ulangi lagi. Arachi??”

#$%^&*()@#$%^&*

Upacara kelulusan SMA Donghae yang seharusnya menjadi momen bahagia, tapi justru menjadi momen paling memilukan bagi Haegyo. Pagi itu Haegyo tahu bahwa setelah Donghae lulus SMA, Donghae akan pergi ke Seoul untuk di trainee di SMEntertainment seperti Oppanya. Tak ada yang bisa di ucapkannya saat berhadapan dengan Donghae. Dia tak bisa menangis di hari bahagia Donghae itu, tapi dia juga tak bisa mengucapkan selamat dengan senyum lebar seperti biasa.

Haegyo berdiri diam dihadapan Donghae yang tengah menyapa teman-temannya dengan gembira. Lalu tiba-tiba sepasang lengan Donghae merangkul Haegyo erat.

“Kau tak ingin mengucapkan selamat kepadaku??”bisik Donghae.

“Chukkae...Oppa”ucap Haegyo lirih.

Donghae melepas pelukannya lalu menatap Haegyo dengan senyum yang biasanya.

“Ayo kita ke taman bermain!!”ajak Donghae.

Donghae dan Haegyo berjalan beriringan menuju taman bermain. Donghae nampak bahagia sekali, sedangkan Haegyo lebih banyak diam. Mereka mencoba semua wahana yang ada dan mengambil banyak foto. Ketika Donghae ingin mengambil foto lagi Haegyo nampak jengah.

“Lebih baik jangan mengambil terlalu banyak foto, itu akan berbahaya jika Oppa menjadi artis suatu saat nanti”ucap Haegyo.

Donghae menghentikan senyumnya. Dia menghela napas berat sambil memandang Haegyo. Digandengnya lengan Haegyo lalu duduk di kursi yang tersedia.

“Aku hanya menciptakan banyak kenang-kenangan sebelum aku pergi Gyo-ya. Apa kau tak akan merindukanku?”tanya Donghae.

“Geurae.. Kalau Oppa tahu aku akan merindukan Oppa, jadi jangan pergi”ucap Haegyo langsung.

Donghae terhenyak mendengar perkataan Haegyo. Ini benar-benar pilihan yang sulit untuknya.

“Apa Oppa lupa apa yang terjadi padaku saat kepergian Yunho Oppa? Kenapa? Kenapa Oppa melakukan hal yang sama seperti Yunho Oppa??”tanya Haegyo mulai menitikkan air mata.

“Aku tak bisa Gyo-ya..”jawab Donghae lirih.

“Keureomyeon. Oppa tak perlu mengorbankan cita-cita Oppa demi aku. Aku akan baik-baik saja. Toh, Oppa memang tak menginginkanku sejak awal. Aku pulang dulu Oppa”ucap Haegyo lalu berlalu dari hadapan Donghae.

Donghae menarik lengan Haegyo lagi.

“Kau boleh marah padaku. Tapi jangan pernah pulang sendiri, selama masih ada aku disisimu. Ayo pulang!”Donghae menggandeng tangan Haegyo.

@#$%^&*(@#$%^&*

Seorang gadis berseragam SMA sedang berdiri dihadapan 13 orang pria. Gadis itu tersenyum manis kepada mereka semua lalu mulai memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo Oppadeul. Naneun Jung Haegyo imnida. Aku adik dari Jung Yunho Oppa. Aku trainee baru di SMEnertainment. Jadi mohon bantuannya Oppadeul”dia membungkuk hormat.

“Adiknya Yunho??”ucap Heechul menatap Haegyo dari ujung rambut ke ujung kaki.

“Jung Haegyo??”gumam Kyuhyun.

“Trainee baru SMEntertainment??”Leeteuk juga bergumam.

“Tapi kami sudah mengenalmu dengan baik karena ada orang yang setiap hari bercerita tentangmu tanpa henti”celetuk Eunhyuk sambil melirik Donghae yang tengah asyik menatap Haegyo. Jadi Donghae tak mengindahkan sindiran Eunhyuk itu.

“Pajyo! Kami lebih mengenalmu sebagai pacar si NEMO ini!!”seru Sungmin yang membuat Haegyo garuk-garuk kepala salting.

“Tak kusangka, Donghae ternyata fedofil!!!”ucap Leeteuk sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Setelah itu acara perkenalan menjadi ajang kegajean para member SUPER JUNIOR.

@#$%^&*(!@#$%^&*()_

Donghae menggenggam tangan dingin Haegyo. Sudah 6 jam gadis itu tak sadarkan diri karena kecapekan promosi album barunya. Mendengar Haegyo pingsan di sebuah acara, Donghae bergegas datang ke rumah sakit tak mempedulikan jadwalnya yang juga sedang menggila. Yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya membuat gadis kecilnya itu sadar.

“O...pppp...aaaa”rintih Haegyo pelan.

Donghae langsung merasa lega saat mendengar suara Haegyo itu.

“Ne.. ini aku?? Gwenchana??”tanya Donghae

Haegyo membuka matanya perlahan dan tersenyum saat menatap Donghae. Donghae tetap menggenggam tangan Haegyo tanpa melepasnya sedikitpun.

“Gwenchana...”jawab Haegyo sambil tersenyum.

“Oppa..aku bermimpi tentang masa kecil kita.. huh! Sepertinya aku benar-benar merindukan Oppa”

“Geurae. Karena itu ada aku disini”jawab Donghae lalu memberikan kecupan kecil di bibir Haegyo.

END_

Sunday, November 11, 2012

[KYURIM] COAGULATION




Genre : Romance, Friendship. Family
Cast   : Cho Kyuhyun (SJ), Choi Siwon (SJ), Song Hye Rim (OC), Jung Soo In (OC), Kim Hye Na (OC), Jung Scarlet (OC) 

--.--

“Ajusshi..Ayo dong bukakan pagarnya, sekali ini sajaaa.. Saya juga baru terlambat kali ini kok, janji deh nggak bakal ngulangin lagi. Ya ya?? Jebal....”. Seorang siswi SMA sedang memohon ke satpam penjaga gerbang untuk membukakan gerbang karena dia terlambat datang.

“Anio. Sekali saya bilang tidak ya tidak! Mau baru terlambat sekali pun nggak bakal saya bukain”satpam itu tetap bersikukuh.

“Aisshh~”yeoja itu melengos sebal sambil menjauh dari gerbang. Dia bersandar pada pagar sekolah sambil cemberut karena kesal tak dapat masuk.

“Ngapain berdiri disitu?”tanya seseorang.

“Eh?? Kamu ngomong sama aku?”yeoja itu bertanya bodoh sambil celingak-celinguk ke sekelilingnya.

“Ya,kamu babo!! Memangnya ada siapa lagi disini? Kamu ngapain berdiri disitu?”namja itu mengulangi pertanyaannya.

‘Aissshh~beraninya namja ini mengataiku seperti ini. Melihat seragamnya sih dia sekolah disini juga, tapi rasa-rasanya kok aku nggak pernah melihat dia saat orientasi siswa? Apa jangan-jangan dia sunbaeku?’

“Aku berdiri disini karena tidak diijinkan masuk karena sudah bel”yeoja itu berkata judes

“Ara. Maksudku tidak mencoba mencari cara buat masuk gitu? Nggak niat sekolah??”

“Sebenarnya aku apa kamu sih yang bodoh? Jelas-jelas gerbang udah ditutup, mau masuk lewat mana?”sembur yeoja itu marah

“Kamu emang babo!! Masih ada jalan kok”namja itu berjalan dan menatap tembok yang menjulang, kira-kira setinggi 2 meter.

“Maksud kamu manjat tembok ini??”yeoja itu bertanya ragu

“Ne. Memang mau lewat mana lagi?”namja itu sudah hendak memanjat, tapi dia baru sadar kalau yeoja disampingnya sama sekali tak bergerak “Heh, ngapain ngelamun? Kajja!!!”

“Kau bercanda kan? Aku ini yeoja masak disuruh manjat segini tingginya. Aku juga pakai rok tahu!!”yeoja itu masih menyerukan protesnya.

“AIISSHH!!”namja itu mengumpat tak sabar. Tanpa aba-aba dia meraih pinggang yeoja itu dan mengangkatnya

“AAAAAAARRRRGGGHH!!!! Apa yang kau lakukan?”teriaknya panik

“Sssssttt...Diam!! cepet panjat terus lompat, sebelum satpamnya tahu!”

Yeoja itu mulai tahu keadaannya, dia segera melakukan apa yang namja tadi katakan. Beberapa saat kemudian dia berhasil memanjat, lalu disusul oleh namja tadi.

“Heh, kenapa tetap disini? Ayo lompat turun! Malah duduk-duduk disini”namja tadi menegur

“Errrmm..aku tidak bisa lompat.. Takut”yeoja itu memandang bawah dengan tatapan takut.

BRUUKKK!!!

Namja tadi melompat kebawah terlebih dahulu lalu merentangkan kedua tangannya.

“Ayo sekarang lompat! Mumpung belum ada guru!! Ppalii!!!”

Dengan mata tertutup yeoja tadi menjatuhkan dirinya pasrah, sedangkan dibawah namja tadi sudah siap menangkapnya.

“AIIISSSHH!”namja tadi mengumpat karena tahu yeoja itu terjun ke arah yang berlawanan dengan posisinya. Dengan sigap dia pindah posisi dan meraih tubuh yeoja itu sebelum menghantam ke tanah.

Yeoja itu masih diam dengan mata terpejam dipelukan namja tadi, beberapa saat masih dalam situasi seperti itu.

‘yeoja ini manis juga’ batin sang namja.

“Heh, ngapain tidur ayo ke kelas!! Aku akan mengantarmu, kelas berapa?”namja tadi bertanya sekaligus menyadarkan yeoja itu.

“eh, kelas X-B”yeoja itu tergagap dan segera melepaskan diri dari pelukan namja yang telah menolongnya.

Mereka berdua segera melangkahkan kaki menuju kelas X-B. Namun ditengah perjalanan ada seseorang menyapa.

“Hye Rim sshi?”tanya orang itu sedikit heran

Yeoja yang dipanggil Hye Rim itu berhenti berjalan dan menatap ke arah si pemanggil.

“Siwon sunbae??”

“Kenapa ada diluar saat jam pelajaran? Dan kau bersama...”dia mengalihkan pandangan ke arah samping Hye Rim yang merupakan tempat berdiri namja yang sedari tadi mengantarnya “Kyuhyun??”Siwon melanjutkan dengan nada lebih heran nyaris terkejut saat melihat Kyuhyun bersama Hye Rim.

“Mianhae. Tadi aku terlambat dan sunbae ini mengantarku”jawab Hye Rim ragu-ragu karena dia bisa melihat sorot mata tak bersahabat Siwon pada namja yang tadi dipanggil Kyuhyun.

“Ne. Lebih baik aku yang mengantarmu. Kyu lebih baik kau segera masuk kelas”ucap Siwon lalu menggandeng Hye Rim pergi.

Hye Rim hanya melongo menatap Kyuhyun yang tak berekspresi sama sekali. Wajahnya datar sekali, tak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mendengar perkataan Siwon bahkan menunjukkan tanda-tanda bahwa dia mengenal Siwon. Ekspresinya lebih menyeramkan daripada ekspresi marahnya terhadap Hye Rim tadi.

***

TOK TOK TOK TOK!!!

Kegiatan belajar mengajar dikelas X-B terhenti karena suara ketukan pintu tadi. Semua mata sekarang tertuju ke daun pintu yang terbuka dan menunjukkan sepasang makhluk namja dan yeoja.

“Mianhae sonsaengnim. Saya mengantarkan murid bapak, dia tadi sedikit sakit sehingga datang terlambat”Siwon berkata penuh etika pada Sungmin sonsaengnim

“Kau tak apa-apa Hye Rim sshi? Kalau masih sakit bisa istirahat di ruang kesehatan”Sungmin sonsaengnim nampaknya begitu mempercayai cerita Siwon

“Ne. Saya sudah tak apa-apa. Kamsa hamnida Siwon sunbae”dia membungkuk sempurna lalu berjalan ke tempat duduknya.

Semua mata temannya kini menuju ke arah SONG HYE RIM, sebagian orang memandang tak percaya, sebagian orang memandang dengan pandang sinis dan benci.. bisik-bisik mulai terdengar merayap didalam kelas.

“Apa yang kalian gunjingkan? Cepat lanjutkan pekerjaan kalian. Hye Rim sshi kau bisa menuju tempat dudukmu”kata sonsaengnim setelah Siwon berlalu.

~~~~

Saat istirahat tiba kedua sahabatnya menghampiri Hye Rim dengan heboh.

“Hye Rim-ah.. Gimana ceritanya sampai kau bisa diantar Siwon sunbae? Tadi dia menjemputmu ke rumah??”tanya Kim Hye Na dengan hebohnya.

“Huusssh~ kau itu malah nanya begitu. Bagaimana keadaanmu? Memangnya benar-benar sakit kok Siwon sunbae sampai bilang seperti itu?”kali ini Jung Soo In yang berbicara.

“Haaahhh...dasar kalian berdua itu sama aja. Ujung-ujungnya juga nanyain Siwon sunbae”ujar Hye Rim merengut. Setelah itu Hye Rim menceritakan kejadian tadi pagi dengan selengkap-lengkapnya tanpa ada yang dikurangi, walaupun ada yang di hiperboliskan guna menambah efek WAHH!!

“Woooww.. Kereeenn.. siapa namanya? Kyuhyun?? Ganteng nggak??”celetuk Soo In setelah Hye Rim selesai bercerita.

“Ne..Kyuhyun mungkin. Soalnya aku tadi denger Siwon sunbae manggil nama namja itu..”jawab Hye Rim sedikit ragu.

“Hah?? Kyuhyun?? Cho Kyuhyun?? Beneran Cho Kyuhyun? Kyuhyun sunbae??”jerit Hye Naa heboh.

“Kau kenal Naa??”tanya Hye Rim kaget.

“Michyeoo..seantero sekolah ini juga tahu kali kalau sama Cho Kyuhyun mah”Hye Naa geleng-geleng kepala sambil memandang Hye Rim yang masih tak mengerti.

“Emangnya kenapa sampai terkenal gitu? Dia artis? Member SUPER JUNIOR? Atau dia pernah mengharumkan nama sekolah ini??”tanya Soo In ngelantur.

“Haahhh~ kalian nggak pada tahu apa kalau dia panglima perangnya SMA kita??”Hye Naa bertanya gregetan karena kedua temannya sama sekali tak tahu dengan makhluk yang bernama Kyuhyun.

“Haahh?? Sejak kapan sekolah kita ada wajib militer??”kali ini Hye Rim yang menjadi lemot.

“Aigo~ bukan itu maksudku. Dia itu leader kelompok berandalan disekolah ini. Setiap tawuran pasti dia ada dibarisan pertama”terang Hye Naa

“Ahh,tapi orangnya kayaknya baik tuh. Buktinya tadi dia nolongin Hye Rim”Soo In tiba-tiba membela.

“Nolongin? Nolonginnya juga nggak bener kan? Manjat tembok. Itu tuh bukti kalau dia udah sering nglakuinnya. Lebih baik kamu jauhin dia aja Hye Rim, daripada kena masalah”nasehat Hye Naa

“Yeee...siapa yang mau deketin? Tadi aja kebetulan ketemu. Tapi kok aku masih ngerasa kalau dia sebenarnya baik ya?”ucap Hye Rim lirih.

“Aduuuhh, Hye Rim. Jangan sampai tertipu sama kesan pertama dan penampilan luarnya. Mending juga sama Siwon sunbae yang jelas-jelas orang baik”Soo In sekarang juga ikut memojokkan Kyuhyun padahal tadi di ngebela.

‘HAAHH?? Bukannya kata-kata itu juga cocok buat Siwon sunbae? Jangan tertipu dengan penampilan luar. Aduhh mereka ini’batin Hye Rim

“Kenapa jadi nyangkut ke Siwon sunbae? Ada hubungannya?”Hye Rim sedikit keki mendengar dua temannya terlalu mengidolakan Siwon.

“Kau itu terlalu naif! Jelas-jelas ada barang bagus didepan mata yang tertarik padamu!!’ujar Hye Naa lalu berjalan keluar kelas..

~~~


*Kyuhuyun POV*

Aku berjalan menuju kantin sendirian saat bel istirahat berbunyi. Haaahh~ aku malas sekolah hari ini, sebenarnya bukan hari ini saja tapi setiap hari. Aku merasa semuanya membosankan, buat apa aku mendengarkan penjelasan guru toh aku sudah bisa memahaminya hanya dengan sekali membaca dan mempelajarinya. Sesampainya di kantin aku menuju meja favoritku yang kosong, meja itu memang selalu kosong karena mereka semua tahu kalau hanya aku yang boleh menggunakannya.

Aku melihat ke meja sampingku ada seorang siswa yang sedang menyantap makanannya. Aku menatap ke badge namanya ‘LEE TAEMIN’ bacaku dalam hati.

“Taemin pesankan aku jajangmyeon dan jus stroberi”perintahku.

Siswa itu menatap ke arahku dengan pandang terganggu tapi itu hanya sedetik, sedetik kemudian wajahnya langsung ketakutan.

“Ne sunbae”jawabnya dengan takut lalu segera pergi membelikan pesananku. Aku tersenyum puas saat tahu dia mematuhiku.

‘Rupanya pesonaku belum pudar’batinku.

Sambil menunggu makananku dibawakan oleh Taemin aku mengeluarkan PSPku dari saku celana dan segera memainkannya. Beberapa menit kemudian aku sudah larut dalam permainanku, sampai tiba-tiba ada sesuatu yang dingin menyiram punggungku.

“MWOOO??”gelegarku sambil bangkit berdiri mencoba melihat ke belakang punggungku. Aku mendapati punggungku basah oleh cairan kental kemerahan. Jus stroberi.

“Miii...Mii...Mianhae sunbae”seorang yeoja berambut coklat sebahu menatapku dengan pandang ketakutan. Manik coklatnya menyiratkan kecemasan dan berkaca-kaca.

“Aiisshh~ kalau jalan itu pakai mata! Jangan jelalatan aja! Dasar babo!!!”umpatku kesal. Padahal selama ini aku jarang sekali bersikap kasar pada yeoja.

“Mian sunbae. Tapi tadi ada yang menjegalku hingga membuatku kehilangan keseimbangan dan menumpahkan jus itu”dia semakin terbata menjelaskan padaku.

“Sudah salah masih saja cari kambing hitam!”bentakku lagi.

“Dia kan sudah minta maaf. Kenapa masih saja terus memaki sih?”teriak seorang yeoja

Aku menoleh melihat siapa yang berani menentangku. Yeoja itu, yeoja tadi pagi yang kutolong. Dasar tak tahu balas budi!

“Kau pikir hanya dengan minta maaf masalah selesai? Seragamku bisa kembali bersih?”tanyaku sarkatis, aku menatapnya tajam.

“Setidaknya dia merasa bersalah akan perbuatannya. Tidak seperti sunbae yang terlalu membesar-besarkan masalah”ucapnya lantang. Dalam hati aku mengagumi keberanian yeoja ini.

Aku melepas seragamku dan menyerahkannya pada..emmm..Hye Rim. Untung saja aku selalu memakai kaos sebagai dalaman.

“Kalau begitu kau yang cucikan untukku!”aku melemparkan pakaianku ke mukanya lalu beranjak pergi

“Aiiissshh~”aku masih bisa mendengar dia berteriak kesal. Tak terasa aku menyunggingkan senyum.

*Kyuhyun POV END*

****

*Hye Rim POV*

“Aaarrrggghhh...Dasar orang giilllaaaa!!! Kenapa jadi aku sih yang harus nyuciin bajunya? Emang aku babunya apa?? Siaalaannn!!”teriakku kesal.

“Mianhae Hye Rim sshi. Tadi itu salahku, seharusnya kau tak membelaku. Aku jadi membuatmu dalam masalah”kata yeoja yang kutolong tadi merasa bersalah.

“Aku tahu Scarlet. Seharusnya memang aku tak mencari masalah dengannya, tapi entah kenapa mulutku tak bisa kutahan”jawabku lesu

“Kan sudah kubilang jauhi. Eehh,ini malah nantang perkara. Haduhhh”Hye Naa ikut-ikut membuatku kesal

“Kau ini, siapa yang tahan kalau temanmu itu diperlakukan seperti itu sama setan satu itu!”aku mulai naik darah.

“Hye Rim sshi biar aku saja yang mencucikannya. Nanti setelah bersih  kau kembalikan lagi padanya”ucap Scarlet

“Ne. Gomawo Scarlet”ucapku tanpa basa basi, toh memang ini juga karena dia.

Tiba-tiba ruangan kelasku menjadi semakin ramai, bahkan ada yang sampai menjerit histeris. Aku heran apa yang sebenarnya terjadi.

‘oh itu rupanya biang keroknya.haaahh’batinku

“Hye Rim sshi”sapa Siwon sunbae ramah, tapi tak bisa menutupi raut cemasnya.

“Ne. Gwenchana sunbae?”tanyaku heran.

“Ehm, bisa kita bicara sebentar. Ada sesuatu yang perlu kusampaikan”ucapnya

“Ne..”jawabku lalu mengikutinya keluar, tak mempedulikan pandangan bertanya teman-temanku.

Setelah diluar kelas..

“Aku tadi mendengar kalau kau sempat beradu mulut , dengan Kyuhyun ya?”tanyanya

‘ah,ini rupanya penyebabnya’

“Ne sunbae”jawabku seadanya.

“Kau tak apa kan? Maksudku dia tak kasar padamu?”tanyanya lagi

‘tentu saja kasar!’

“Anio sunbae. Hanya saja omongannya sedikit pedas”ucapku dengan kesal kalau mengingat kejadian tadi.

“Lupakan saja.. anak itu memang sejak dulu seperti itu. Bagaimana bisa sampai kau bertengkar dengannya?”

Aku menceritakan lagi kejadian tadi siang. Haaahhh~ kenapa banyak sekali sih yang minta diceritakan.

“Lebih baik kau tak membuat masalah dengannya. Aku minta kau berpikir dulu sebelum bertindak, jangan sampai kejadian seperti tadi terulang lagi”ucap Siwon sunbae. Aku hanya mengerutkan kening mendengarnya.

“Ehm, sepertinya sunbae kenal baik dengan dia ya?”tanyaku

“Terlihat seperti itu ya?”dia malah balik bertanya.

“Buktinya sunbae bisa memberiku nasehat seperti itu”ucapku polos

“Hahahaha~ tentu saja aku tahu. Satu sekolah saja juga tahu”dia malah tertawa

“Tapi oppa benar-benar seperti mengenalnya dengan baik”aku tetap ngotot.

“Tentu saja aku kenal, dia teman sekelasku”ucapnya membuatku terkejut.

“Hahhh?? Kelas sunbae kan kelas unggulan? Kok bisa orang seperti dia masuk kelas unggulan?”aku terheran-heran mendengarnya, jangan-jangan sunbae ini bercanda.

“Maksudmu apa dengan ‘orang seperti dia’?”

“Dia kan berandalan, biang onar, suka tawuran. Memangnya dia pinter gitu? Atau jangan-jangan pake uang kali sampai bisa masuk kelas unggulan”ucapku begitu saja, tanpa filter.

“Hahaha~ Rupanya kau juga sudah tahu tentang ‘victory’nya ya? Dia memang badung dan nggak bisa diatur, tapi sekolah tak bisa mengeluarkannya. Karena dia salah satu pion terpenting sekolah kita dalam perlombaan dibidang SAINS”jawabnya

“MWOOO?? Aigo~~”aku sudah tak sanggup berkata-kata lagi.

“Ya sudah. Ingat pesanku tadi ya. Aku harus segera pergi, ada rapat OSIS”pamitnya lalu beranjak pergi.

Aku tak merespon ucapannya karena masih terlalu shock mendengar kenyataan yang menghebohkanku.

“Hye Rim POV END*

TBC