Saturday, November 10, 2012

[KYURIM] OUR STORY BEGIN



Cast          : Song Hyerim, Cho Kyuhyun, SUPER JUNIOR.
Genre       : Romance, Friendship, Family

-------
Seorang yeoja keluar dari boarding pass bandara dengan menyeret kopernya. Dia menggunakan t-shirt putih dibalut mantel hitam tipis, celana legging tiga perempat dan sepatu kets. Rambutnya yang panjang bergelombang serta wajahnya yang imut membuatnya sedikit menarik perhatian penumpang yang berada di bandara Incheon tersebut. Dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru bandara untuk melihat penjemputnya.

“Huufftt..Mana sih ajussshi??”gerutunya dan menghembuskan napas keras-keras. Dia memutuskan untuk duduk dan menunggu.

Tak lama kemudian ada seorang yang memanggil namanya.

 “Song Hye Rim agasshi??”

Gadis yang dipanggil Hye Rim tadi menoleh..

“Kwon ajusshi??”tanya gadis itu ragu.

“Ne.. Ini saya. Mianhamnida membuat Agasshi menunggu lama, saya sedikit kesulitan menemukan agasshi. Ternyata Agasshi lebih cantik daripada yang ada difoto”ucap Kwon ajusshi.

“Ah, Ajusshi bisa saja. Ayo kita pulang”ajak Hyerim.

Hyerim berjalan mendahului supirnya dengan ceria. Sedangkan Kwon ajusshi dengan sigap membawakan kopernya.

@&$)(*@$&(!^#

*Hyerim POV*

Hooaaahh~ akhirnya sampai di Seoul juga!! Wonderful city! Menurutku Seoul memang kota yang sangat sibuk seperti Amerika, tapi setidaknya kehidupan disini lebih teratur dari Amerika. Masyarakatnya lebih hangat dan saling menghormati.

Aku masih tersenyum-senyum melihat pemandangan kota Seoul dari dalam mobil yang dikemudikan Kwon Ajusshi

“Sepertinya Agasshi sangat senang”tegur Kwon Ajusshi

Aku mengalihkan pandanganku dari jalanan dan menatap ke depan, Kwon Ajusshi sedang memperhatikanku lewat kaca spion.

“Hehehehe.. Of course. I’m very excited with Seoul”ucapku riang. Aku merasa nyaman dengan sikap Kwon ajussshi, padahal dia bertemu denganku hari ini. tapi aku sudah merasa kalau aku bisa mempercayainya..

“Akhirnya agasshi pulang ke Seoul juga. Aku mendengar dari sajangnim bahwa agasshi ingin ke Seoul sejak SMP”

“keurom. Tapi tentu saja Appa dan Umma tidak akan pernah mengijinkanku tinggal sendiri di Seoul di usia semuda itu”jawabku lugas.

“Lalu agasshi pikir, sekarang agasshi sudah cukup umur untuk hidup sendiri di luar negeri seperti ini??”tanyanya menggoda.

“Hahahaha. Maka dari itu Appa meminta Ajusshi untuk menjagaku kan??”tanyaku.

“Keurom. Itu perintah sajangnim”

“Ajusshi, bisakah tunjukkan cafe yang murah dan nikmat? Aku sedang ingin minum Cappucino”ungkapku.

“Ne..”Jawab Kwon Ajusshi singkat.

Tidak berapa lama kemudian aku tiba di sebuah cafe bergaya minimalis.

“SAPPHIRE BLUE”gumamku membaca nama cafe tersebut.

“Merasa mengenal nama itu agasshi??”

“Anio. Bukankah artinya biru safir??”tanyaku tetap tak mengalihkan pandangan dari cafe yang terlihat sepi tersebut.

“Cafe ini cukup terkenal dan ramai karena harganya yang murah dan menu-menunya yang nikmat. Biasanya cafe ini ramai kalau jam istirahat kantor atau malam hari. Sepertinya Agasshi terlalu pagi datang kesini”jelas Kwon ajusshi.

Aku memandang Jam tangan ‘gucci’ ku. Pukul 10.30. satu setengah jam lebih cepat dari jam istirahat kantor.

“Gwenchana. Aku lebih senang kalau sepi. Aku turun dulu ajusshi”

Aku memasuki cafe tersebut. Kesannya sangat berbeda dari yang kulihat dari luar. Cafe ini didekorasi oleh warna-warna biru gelap namun terang mengkilap. Di setiap sudut ruangan ada balon berwarna biru. Apa ini yang namanya Sapphire blue?? Entah kenapa cafe ini bisa menciptakan suasana hangat bagi pengunjungnya.

Aku melihat ke sekeliling ada seorang yeoja yang berdiri dibalik meja kasir dan seorang namja yang duduk di kursi dekat jendela. Dia sedang membaca sesuatu sambil menyesap caffe latte nya.

Aku memilih duduk di meja seberang namja itu. Nampaknya dia sedang serius membaca.

“Mau pesan apa agasshi?”seorang waitress menanyaiku.

“Err. Vanilla latte satu”

Aku memperhatikan namja didepanku ini. entah kenapa aku jadi tertarik untuk memperhatikannya. Dia tampan, kulitnya putih pucat, proporsi tubuhnya oke err..mungkin sedikit kurus. Rambutnya? I can’t see his hair! He covered it.

“Ini agasshi pesanannya”waitress membawakan pesananku.

“Kamsa hamnida”ucapku.

Aku mengeluarkan IPODku daripada terus memandangi namja itu.
 
Aku memejamkan mata mulai menikmati alunan-alunan melodi sambil menyesap vanilla late ku. Benar kata Kwon ajusshi, vanilla latte disini enak. Kapan-kapan aku harus kesini lagi.

Beberapa saat kemudian, aku sadar bahwa vanilla lateku habis. Aku memandang jam tanganku. Sudah satu jam aku disini. Aku baru sadar bahwa pengunjung kafe juga semakin banyak. Lebih baik aku pergi.

Aku berjalan ke kasir dan membayar pesananku. Saat aku hendak meraih pintu keluar tiba-tiba ada segerombolan gadis histeris dan berteriak-teriak masuk cafe.

“Kyuhyun!! Cho Kyuhyun! Saranghae!”teriak mereka.

Bukannya pergi berlari menghindar, aku malah terpaku dan nyaris terhimpit kalau tidak ada tangan yang menarikku. Dia mengajakku berlari dan aku hanya bisa mengikuti langkah-langkah panjangnya. Kami berlari keluar dari pintu belakang cafe, sepertinya dia tahu seluk beluk cafe ini. kami terus berlari dan baru berhenti saat kami memasuki sebuah pekarangan rumah kosong dan bersembunyi dibalik pagar.

“Hossh~ hosh”nafasku dan nafasnya memburu. Aku baru sadar kalau tanganku masih ada di genggamannya. Aku menyentak tangannya hingga lepas.

“Mianhae”ucapnya disela-sela tarikan napasnya.

Aku baru sadar kalau ini namja yang kuperhatikan di cafe tadi.

“nuguya?”tanyaku penasaran.

“Kau tidak kenal aku? Eh, errm.. Aku Cho Kyuhyun”dia mengulurkan tangannya.

“Carine..Eh, Song Hye Rim”ucapku hampir saja aku menyebut namaku di Amerika.

“Kenapa mereka mengejarmu??”tanyaku.

“Eh, molla. Mungkin karena aku tampan. Hehehe”dia meringis sambil menggaruk belakang kepalanya.

Aku hanya memutar bola mataku menanggapinya.

“Sebentar ya. Aku akan meminta hyungku menjemputku jadi aku bisa mengantarmu pulang juga”dia mengeluarkan I-PHONE dari sakunya.

“Hyung, jemput aku di ujung jalan sebelum ke Cafe SAPPHIRE BLUE. Ne, mereka menemukanku jadi aku tidak bisa kembali ke cafe. Ne.. Ppalii!!”ucapnya lalu mengakhiri percakapan itu.

Aku sedikit menaikkan alis saat mendengar percakapan itu. Memangnya dia itu siapa sih? Siapa yang menemukannya?

“Kenapa kau memandangku seperti itu??”tanyanya

Aku langsung memalingkan wajahku darinya.

“Tunggu sebentar lagi. Kau sedang tidak buru-buru kan?”

“kenapa aku harus menunggu? Yang dikejarkan kau! Lagian supirku menunggu”aku baru ingat kalau Kwon ajusshi menungguku.

Aku berbalik dan mulai berjalan meninggalkannya. Tapi baru beberapa langkah aku berhenti dan menatap bingung ke kiri kanan jalan. Lalu dengan langkah enggan aku berbalik dan berdiri didepannya yang sedang berjongkok menundukkan kepalanya.

“Wae? Kenapa kembali?”tanyanya menatapku kaget

“Bisakah kau beritahu aku, kemana arah cafe tadi??”tanyaku dengan wajah bersemu.

Dia memandangku takjub dengan mulut setengah terbuka.

“Hah?? Memangnya kita ini sudah berjalan seberapa jauh sampai kau tak bisa kembali??”tanyanya.

“Tadi kan kau membawaku lari lewat pintu belakang! Dan juga kau menarikku, mana aku memperhatikan jalan yang kulalui”teriakku kesal.

Dia menatapku sesaat lalu mengeluarkan sebuah senyum, eh smirk lebih tepatnya. Dan itu membuatku merinding.

“Cepat beritahukan. Jebal..”ucapku

“Sireo! Aku akan memberitahukannya kalau kau mau menemaniku menunggu hyungku datang”ucapnya.

“Apa urusannya denganku?”hardikku

“Ya sudah aku tak peduli. Kenapa kau tidak menelepon supirmu saja untuk menjemputmu kesini. Dia pasti cemas kau tidak ada”ucapnya membuatku semakin merutuk.

“Aku lupa menanyakan nomor ponsel Kwon ajusshi. Aku baru sampai di Seoul tadi pagi”ucapku lirih dan ikut terduduk disampingnya.

“Oh? Lalu kau darimana memangnya?”

“It’s not your business!”tukasku cepat.

“Jadi kau menerima mau menemaniku disini Hye Rim sshi??”tanyanya disertai smirk nya itu. Entah kenapa smirk itu menyebalkan sekali.

“Whatever you say!”lagi-lagi aku menggunakan bahasa Inggris. Entah orang ini tahu atau tidak apa yang aku katakan. Tapi sepertinya tahu..

Hening.. Tak ada percakapan lagi diantara kami. Aku juga tidak berniat untuk membuka percakapan dengan orang seperti dia. Ah, rusak sudah hari pertamaku di Seoul..... Aku mengacak-acak rambutku frustasi.

Tiba-tiba dia mengulurkan tangannya kepadaku.

“What??”tanyaku ketus

“Pinjem hape. I-PHONEku lowbat. Aku harus menelepon hyungku, kok mereka lama sekali sih”katanya.

Aku menyerahkan I-PHONEku. Semakin cepat hyungnya datang, semakin cepat aku pulang. Dia segera menggunakannya. Beberapa saat kemudian dia mengembalikannya.

“Eh??”tanyaku bingung karena aku tak melihatnya menelepon.

“Tidak diangkat. Sepertinya Hyung sudah berangkat”.
Aku mengangkat bahu dan menyimpannya kembali di tas ‘prada’ ku.

Tidak berapa lama kemudian ada sebuah van yang berhenti didepan kami. Mungkin ini jemputannya. Haaaahh~ aku lega. Seorang yang sangat imut keluar dari kursi penumpang dan langsung menghampiri kami, dia menatapku terkejut. Kyuhyun berdiri dan menghampirinya. Mereka membicarakan sesuatu.

Benarkah ini hyungnya? Kok nggak mirip? Hyungnya imut sekali.

“Hye Rim sshi ayo. Aku antar kau kembali ke cafe. Masuklah”ucap Kyuhyun.

Aku mengikuti masuk ke mobil dan betapa terkejutnya aku saat mendapati seseorang berpakaian serba putih duduk di kursi penumpang. Sedangkan dua orang lainnya duduk di jok depan. Oh My God~ demi apapun juga? Aku ada dimana ini? kenapa orang-orang disekitarku ini begitu menyilaukan. Siapa sebenarnya mereka??

Aku duduk diapit antara orang imut tadi dan Kyuhyun.

“Hyungdeul ini Song Hye Rim. Dia tadi yang menyelamatkanku dari kejaran ELF”ucap Kyuhyun mengenalkanku.

Hah? ELF? Peri? Memangnya tadi dia dikejar peri? Aku menatap Kyuhyun bingung. Dia hanya balas menatapku datar. Aku benci dia menatapku seperti itu, aku lebih suka dia memberiku smirk seperti tadi. Hah?

“Hye Rim sshi, kamsa hamnida telah menolong magnae kami”ucap seseorang yang berbaju serba putih tadi. Aku hanya bisa mengangguk kaku.

“Lee Sungmin imnida”ucap orang imut disampingku.

“Leeteuk imnida”orang serba putih tadi namanya Leeteuk.

“Donghae imnida”orang yang ada di jok depan ikut memperkenalkan diri.

“Eunhyuk imnida”kini orang yang berada dibelakang kemudi ikut bicara.

“Bangapseumnida Oppadeul. Jadi kalian ini semua hyungnya Kyuhyun? Dia ini magnae??”tanyaku sambil menunjuk Kyuhyun tak percaya.

“Kau tidak tahu siapa kami??”ucap orang yang bernama Eunhyuk tadi kaget.

Aku menggeleng pelan.

“Urineun SUPER JUNI!!”teriak Leeteuk

“Oeyeo!!”jawab yang lainnya serempak. Aku hanya cengo memandang mereka. Pasti wajahku blank sekarang.

“Sudahlah hyung. Eunhyuk-ah! Kapan kau akan mengantar Hye Rim sshi ke cafe?”ucap Kyuhyun.

“Ah, iya! Kyu sudah kubilang panggil aku hyung!”tukas Eunhyuk.

Sedang kulihat Kyuhyun nampak tidak peduli. Aku benar-benar cengo tak tahu harus berkomentar bagaimana. Tak sampai 5menit aku sudah kembali ke cafe tadi. Lagi-lagi aku dibuat cengo.

“IGE MWOYAAA???”lengkingku.

Sontak orang semobil menutup telinga mereka. Aku tak peduli meski aku baru mengenal mereka.

“I..Ini tadi hanya berjalan lurus dari ujung jalan sana sudah kembali ke cafe?? Ya!! Kyuhyun sshi! Kenapa kau tidak memberi tahuku!”teriakku marah.

“Salah sendiri kenapa tidak mau berjalan lurus dan malah kembali ke tempatku. HAHAHAHAHA”dia tertawa puas.

“Aiissh~ DAMN!”umpatku “Minggir dan buka pintunya!”perintahku.

Kyuhyun membuka pintu dan turun dari mobil. Setelah aku turun dia segera masuk mobil lagi.

“Kamsa Hamnida Oppadeul”aku membungkuk berterima kasih ke mereka.

Aku melihat Kwon ajusshi mondar-mandir didepan mobil. Pasti dia cemas sekali. Aku harus meminta maaf padanya.

“Agasshi?? Syukurlah... Anda darimana??”tanyanya menghampiriku.

“Ceritanya panjang. Mianhae membuat ajusshi cemas”ucapku.

“Gwenchana. Mari pulang, sepertinya agasshi lelah sekali”dia menatapku cemas.

Aku masuk mobil dan menghempaskan badanku ke jok mobil sambil membuang napas keras-keras.

“Ajusshi, kau tahu SUPER JUNIOR itu apa?”tanyaku lemah. Aku tidak mengharapkan pertanyaanku ini dijawab. Tapi sepertinya pendengaran Kwon Ajusshi masih baik.

“Anda bertemu salah satu dari mereka, agasshi??”pertanyaan Kwon Ajusshi membuatku bingung.

“Apa sih memangnya SUPER JUNIOR itu??”tanyaku semakin penasaran.

“SUPER JUNIOR itu boyband terkenal di Korea bahkan se Asia. Mereka adalah HALLYU STAR. Caffe SAPPHIRE BLUE tadi adalah milik salah satu fans mereka. Err..Apa ya namanya?? E..E..?”

“ELF??”tanyaku

“Ah, ne. Itu nama Fandomnya. Memang sudah diketahui publik kalau member SUPER JUNIOR sering datang ke cafe itu, karena pemiliknya kenal baik dengan mereka”ungkap Kwon Ajusshi.

Ah, jadi itu mereka. Sehebat itukah mereka? Atau lebih tepatnya sehebat itukah Cho Kyuhyun?? Aku sedang memikirkannya ketika I-PHONE ku berdering. Sebuah pesan masuk. Aku membukanya.

From: Cho Kyuhyun yang tampan
Annyeong, Hyerim sshi.. Aku harap kita bertemu lagi..

Aku terpaku membaca sms ini. terutama nama pengirimnya. Sejak kapan dia punya nomorku dan Sejak kapan dia menyimpankan nomernya??

“IGE MWOYAAAA???”lengkingku.

Membuat Kwon Ajusshi kaget dan mobil sedikit kehilangan kendali.

*$&$^$!%$))!#^

“See? Aku membencimu sejak pertama kali kita berjumpa” ucapku kesal

“Hahahaha..Ara..Ara.. Kau membenciku dengan cinta kan Rine?”ucapnya disela tawanya dan tangannya mengelus rambutku.

Aku merengut kesal, lalu tersenyum manis.

“Sudah berapa bulan kita pacaran Kyuhyun sshi?”godaku.

“Aiissh~ Jangan panggil aku seperti itu. Panggil oppa atau panggilan sayang lainnya”tukasnya “Dan kau ini...Aiisssh~ kau tidak bisa menghitung ya? Kita pacaran selama 15 bulan”tangannya yang semula mengelus sekarang berubah jadi menjitak.

“Appeo Pabo!!”umpatku sambil meringis kesakitan. Dia hanya tersenyum.

“15 bulan itu tak berarti apa-apa, kau akan disisiku selamanya”ucapnya sambil menatapku intens.

“Apa-apaan perkataanmu itu? Seperti aku ini milikmu dan kau berhak mengekangku”ucapku.

“Bukankah memang seperti itu? Kau ini milikku yang paling berharga, maka aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dariku.”lalu dia membenamkanku dalam pelukannya yang hangat.

Aku menyandarkan kepalaku di dadanya, mendengarkan detak jantungnya. Aku tersenyum merasakan pelukan intensnya.

“Annyeong!!! Kim Heechul Big Space Star mau minta makan!”teriak seseorang memasuki dorm.

“Heechul oppa!!”aku melepaskan diri dari Kyuhyun dan beranjak ke depan.

Tak kuhiraukan wajah Kyuhyun yang berubah jadi masam.

“Hai, aegi!!”sapa Heechul.

Tanpa ragu aku melompat ke pelukan Heechul oppa. Dia menangkapku dan memutar-mutarku.

“Hyung, sudah pulang?”tanya Kyuhyun yang mengikuti ke ruang tamu. Dia duduk di sofa.

“Ne.. Wookie mana? Aku lapar”Heechul Oppa menurunkanku.

“Entahlah, dia tadi keluar bersama Sungmin Hyung..”jawab Kyuhyun sambil mulai memainkan PSPnya.

“Oppa lapar?? Bagaimana kalau aku yang memasak untuk oppa?”tawarku.

“Hah? Andwae Aegi! Aku tahu kau sama ahlinya dengan Kyuhyun untuk membuat dapur pecah”tolak Heechul oppa mentah-mentah.

“Apa-apaan itu menyangkut pautkan denganku!”Kyuhyun tidak terima.

“Lebih baik aku delivery order saja. Kau sudah makan aegi?”tanya Heechul oppa sebelum memencet nomor di IPHONE nya.

“Sudah, tapi aku masih lapar..”ucapku aegyo.

Kudengar Kyuhyun menggerutu sambil memenceti layar PSPnya “Dasar perut karet!!”

“Kim Kyu, kau tidak mau makan lagi??”Heechul oppa ganti bertanya pada Kyuhyun.

“Anio”

“Meskipun aku akan memesan jajangmyeon??”Heechul oppa menggoda magnaenya itu.

“Ne, aku mau”jawab Kyuhyun.

“Cih~ Cepat sekali anak itu berubah pikiran!!”ucap Heechul oppa lalu menelepon.

Hehehehe...Inilah dua orang yang kusayangi. Cho Kyuhyun, namjachingu ku. Kim Heechul yang sudah ku anggap Oppa kandungku, dan dia menganggapku anaknya.

*END*

2 comments:

  1. .hyaa~,,,
    .nice story, ny.cho,,
    .I want Leeteuk,, ^^

    ReplyDelete
  2. hahaha Iteuk? ? Ditunggu saja ne?

    ReplyDelete