Cast : Song
Hyerim, Cho Kyuhyun, SUPER JUNIOR.
Genre : Romance,
Friendship, Family
-------
Seorang yeoja keluar dari
boarding pass bandara dengan menyeret kopernya. Dia menggunakan t-shirt putih dibalut
mantel hitam tipis, celana legging tiga perempat dan sepatu kets. Rambutnya
yang panjang bergelombang serta wajahnya yang imut membuatnya sedikit menarik
perhatian penumpang yang berada di bandara Incheon tersebut. Dia mengedarkan
pandangan ke segala penjuru bandara untuk melihat penjemputnya.
“Huufftt..Mana sih
ajussshi??”gerutunya dan menghembuskan napas keras-keras. Dia memutuskan untuk
duduk dan menunggu.
Tak lama kemudian ada seorang
yang memanggil namanya.
“Song Hye Rim agasshi??”
Gadis yang dipanggil Hye Rim tadi
menoleh..
“Kwon ajusshi??”tanya gadis itu
ragu.
“Ne.. Ini saya. Mianhamnida
membuat Agasshi menunggu lama, saya sedikit kesulitan menemukan agasshi.
Ternyata Agasshi lebih cantik daripada yang ada difoto”ucap Kwon ajusshi.
“Ah, Ajusshi bisa saja. Ayo kita
pulang”ajak Hyerim.
Hyerim berjalan mendahului
supirnya dengan ceria. Sedangkan Kwon ajusshi dengan sigap membawakan kopernya.
@&$)(*@$&(!^#
*Hyerim POV*
Hooaaahh~ akhirnya sampai di
Seoul juga!! Wonderful city! Menurutku Seoul memang kota yang sangat sibuk
seperti Amerika, tapi setidaknya kehidupan disini lebih teratur dari Amerika.
Masyarakatnya lebih hangat dan saling menghormati.
Aku masih tersenyum-senyum
melihat pemandangan kota Seoul dari dalam mobil yang dikemudikan Kwon Ajusshi
“Sepertinya Agasshi sangat
senang”tegur Kwon Ajusshi
Aku mengalihkan pandanganku dari
jalanan dan menatap ke depan, Kwon Ajusshi sedang memperhatikanku lewat kaca
spion.
“Hehehehe.. Of course. I’m very
excited with Seoul”ucapku riang. Aku merasa nyaman dengan sikap Kwon ajussshi,
padahal dia bertemu denganku hari ini. tapi aku sudah merasa kalau aku bisa
mempercayainya..
“Akhirnya agasshi pulang ke Seoul
juga. Aku mendengar dari sajangnim bahwa agasshi ingin ke Seoul sejak SMP”
“keurom. Tapi tentu saja Appa dan
Umma tidak akan pernah mengijinkanku tinggal sendiri di Seoul di usia semuda
itu”jawabku lugas.
“Lalu agasshi pikir, sekarang
agasshi sudah cukup umur untuk hidup sendiri di luar negeri seperti
ini??”tanyanya menggoda.
“Hahahaha. Maka dari itu Appa
meminta Ajusshi untuk menjagaku kan??”tanyaku.
“Keurom. Itu perintah sajangnim”
“Ajusshi, bisakah tunjukkan cafe
yang murah dan nikmat? Aku sedang ingin minum Cappucino”ungkapku.
“Ne..”Jawab Kwon Ajusshi singkat.
Tidak berapa lama kemudian aku
tiba di sebuah cafe bergaya minimalis.
“SAPPHIRE BLUE”gumamku membaca
nama cafe tersebut.
“Merasa mengenal nama itu
agasshi??”
“Anio. Bukankah artinya biru
safir??”tanyaku tetap tak mengalihkan pandangan dari cafe yang terlihat sepi
tersebut.
“Cafe ini cukup terkenal dan
ramai karena harganya yang murah dan menu-menunya yang nikmat. Biasanya cafe
ini ramai kalau jam istirahat kantor atau malam hari. Sepertinya Agasshi
terlalu pagi datang kesini”jelas Kwon ajusshi.
Aku memandang Jam tangan ‘gucci’
ku. Pukul 10.30. satu setengah jam lebih cepat dari jam istirahat kantor.
“Gwenchana. Aku lebih senang
kalau sepi. Aku turun dulu ajusshi”
Aku memasuki cafe tersebut.
Kesannya sangat berbeda dari yang kulihat dari luar. Cafe ini didekorasi oleh
warna-warna biru gelap namun terang mengkilap. Di setiap sudut ruangan ada
balon berwarna biru. Apa ini yang namanya Sapphire blue?? Entah kenapa cafe ini
bisa menciptakan suasana hangat bagi pengunjungnya.
Aku melihat ke sekeliling ada
seorang yeoja yang berdiri dibalik meja kasir dan seorang namja yang duduk di
kursi dekat jendela. Dia sedang membaca sesuatu sambil menyesap caffe latte
nya.
Aku memilih duduk di meja
seberang namja itu. Nampaknya dia sedang serius membaca.
“Mau pesan apa agasshi?”seorang
waitress menanyaiku.
“Err. Vanilla latte satu”
Aku memperhatikan namja didepanku
ini. entah kenapa aku jadi tertarik untuk memperhatikannya. Dia tampan,
kulitnya putih pucat, proporsi tubuhnya oke err..mungkin sedikit kurus.
Rambutnya? I can’t see his hair! He covered it.
“Ini agasshi pesanannya”waitress
membawakan pesananku.
“Kamsa hamnida”ucapku.
Aku mengeluarkan IPODku daripada
terus memandangi namja itu.
Aku memejamkan mata mulai
menikmati alunan-alunan melodi sambil menyesap vanilla late ku. Benar kata Kwon
ajusshi, vanilla latte disini enak. Kapan-kapan aku harus kesini lagi.
Beberapa saat kemudian, aku sadar
bahwa vanilla lateku habis. Aku memandang jam tanganku. Sudah satu jam aku
disini. Aku baru sadar bahwa pengunjung kafe juga semakin banyak. Lebih baik
aku pergi.
Aku berjalan ke kasir dan
membayar pesananku. Saat aku hendak meraih pintu keluar tiba-tiba ada
segerombolan gadis histeris dan berteriak-teriak masuk cafe.
“Kyuhyun!! Cho Kyuhyun!
Saranghae!”teriak mereka.
Bukannya pergi berlari
menghindar, aku malah terpaku dan nyaris terhimpit kalau tidak ada tangan yang
menarikku. Dia mengajakku berlari dan aku hanya bisa mengikuti langkah-langkah
panjangnya. Kami berlari keluar dari pintu belakang cafe, sepertinya dia tahu
seluk beluk cafe ini. kami terus berlari dan baru berhenti saat kami memasuki
sebuah pekarangan rumah kosong dan bersembunyi dibalik pagar.
“Hossh~ hosh”nafasku dan nafasnya
memburu. Aku baru sadar kalau tanganku masih ada di genggamannya. Aku menyentak
tangannya hingga lepas.
“Mianhae”ucapnya disela-sela
tarikan napasnya.
Aku baru sadar kalau ini namja
yang kuperhatikan di cafe tadi.
“nuguya?”tanyaku penasaran.
“Kau tidak kenal aku? Eh, errm..
Aku Cho Kyuhyun”dia mengulurkan tangannya.
“Carine..Eh, Song Hye Rim”ucapku
hampir saja aku menyebut namaku di Amerika.
“Kenapa mereka
mengejarmu??”tanyaku.
“Eh, molla. Mungkin karena aku
tampan. Hehehe”dia meringis sambil menggaruk belakang kepalanya.
Aku hanya memutar bola mataku
menanggapinya.
“Sebentar ya. Aku akan meminta
hyungku menjemputku jadi aku bisa mengantarmu pulang juga”dia mengeluarkan
I-PHONE dari sakunya.
“Hyung, jemput aku di ujung jalan
sebelum ke Cafe SAPPHIRE BLUE. Ne, mereka menemukanku jadi aku tidak bisa
kembali ke cafe. Ne.. Ppalii!!”ucapnya lalu mengakhiri percakapan itu.
Aku sedikit menaikkan alis saat
mendengar percakapan itu. Memangnya dia itu siapa sih? Siapa yang menemukannya?
“Kenapa kau memandangku seperti
itu??”tanyanya
Aku langsung memalingkan wajahku
darinya.
“Tunggu sebentar lagi. Kau sedang
tidak buru-buru kan?”
“kenapa aku harus menunggu? Yang
dikejarkan kau! Lagian supirku menunggu”aku baru ingat kalau Kwon ajusshi
menungguku.
Aku berbalik dan mulai berjalan
meninggalkannya. Tapi baru beberapa langkah aku berhenti dan menatap bingung ke
kiri kanan jalan. Lalu dengan langkah enggan aku berbalik dan berdiri
didepannya yang sedang berjongkok menundukkan kepalanya.
“Wae? Kenapa kembali?”tanyanya
menatapku kaget
“Bisakah kau beritahu aku, kemana
arah cafe tadi??”tanyaku dengan wajah bersemu.
Dia memandangku takjub dengan
mulut setengah terbuka.
“Hah?? Memangnya kita ini sudah
berjalan seberapa jauh sampai kau tak bisa kembali??”tanyanya.
“Tadi kan kau membawaku lari
lewat pintu belakang! Dan juga kau menarikku, mana aku memperhatikan jalan yang
kulalui”teriakku kesal.
Dia menatapku sesaat lalu
mengeluarkan sebuah senyum, eh smirk lebih tepatnya. Dan itu membuatku
merinding.
“Cepat beritahukan.
Jebal..”ucapku
“Sireo! Aku akan
memberitahukannya kalau kau mau menemaniku menunggu hyungku datang”ucapnya.
“Apa urusannya denganku?”hardikku
“Ya sudah aku tak peduli. Kenapa
kau tidak menelepon supirmu saja untuk menjemputmu kesini. Dia pasti cemas kau
tidak ada”ucapnya membuatku semakin merutuk.
“Aku lupa menanyakan nomor ponsel
Kwon ajusshi. Aku baru sampai di Seoul tadi pagi”ucapku lirih dan ikut terduduk
disampingnya.
“Oh? Lalu kau darimana
memangnya?”
“It’s not your business!”tukasku
cepat.
“Jadi kau menerima mau menemaniku
disini Hye Rim sshi??”tanyanya disertai smirk nya itu. Entah kenapa smirk itu
menyebalkan sekali.
“Whatever you say!”lagi-lagi aku
menggunakan bahasa Inggris. Entah orang ini tahu atau tidak apa yang aku
katakan. Tapi sepertinya tahu..
Hening.. Tak ada percakapan lagi
diantara kami. Aku juga tidak berniat untuk membuka percakapan dengan orang
seperti dia. Ah, rusak sudah hari pertamaku di Seoul..... Aku mengacak-acak
rambutku frustasi.
Tiba-tiba dia mengulurkan
tangannya kepadaku.
“What??”tanyaku ketus
“Pinjem hape. I-PHONEku lowbat.
Aku harus menelepon hyungku, kok mereka lama sekali sih”katanya.
Aku menyerahkan I-PHONEku.
Semakin cepat hyungnya datang, semakin cepat aku pulang. Dia segera
menggunakannya. Beberapa saat kemudian dia mengembalikannya.
“Eh??”tanyaku bingung karena aku
tak melihatnya menelepon.
“Tidak diangkat. Sepertinya Hyung
sudah berangkat”.
Aku mengangkat bahu dan
menyimpannya kembali di tas ‘prada’ ku.
Tidak berapa lama kemudian ada
sebuah van yang berhenti didepan kami. Mungkin ini jemputannya. Haaaahh~ aku
lega. Seorang yang sangat imut keluar dari kursi penumpang dan langsung menghampiri
kami, dia menatapku terkejut. Kyuhyun berdiri dan menghampirinya. Mereka
membicarakan sesuatu.
Benarkah ini hyungnya? Kok nggak
mirip? Hyungnya imut sekali.
“Hye Rim sshi ayo. Aku antar kau
kembali ke cafe. Masuklah”ucap Kyuhyun.
Aku mengikuti masuk ke mobil dan
betapa terkejutnya aku saat mendapati seseorang berpakaian serba putih duduk di
kursi penumpang. Sedangkan dua orang lainnya duduk di jok depan. Oh My God~
demi apapun juga? Aku ada dimana ini? kenapa orang-orang disekitarku ini begitu
menyilaukan. Siapa sebenarnya mereka??
Aku duduk diapit antara orang
imut tadi dan Kyuhyun.
“Hyungdeul ini Song Hye Rim. Dia
tadi yang menyelamatkanku dari kejaran ELF”ucap Kyuhyun mengenalkanku.
Hah? ELF? Peri? Memangnya tadi
dia dikejar peri? Aku menatap Kyuhyun bingung. Dia hanya balas menatapku datar.
Aku benci dia menatapku seperti itu, aku lebih suka dia memberiku smirk seperti
tadi. Hah?
“Hye Rim sshi, kamsa hamnida
telah menolong magnae kami”ucap seseorang yang berbaju serba putih tadi. Aku
hanya bisa mengangguk kaku.
“Lee Sungmin imnida”ucap orang
imut disampingku.
“Leeteuk imnida”orang serba putih
tadi namanya Leeteuk.
“Donghae imnida”orang yang ada di
jok depan ikut memperkenalkan diri.
“Eunhyuk imnida”kini orang yang
berada dibelakang kemudi ikut bicara.
“Bangapseumnida Oppadeul. Jadi
kalian ini semua hyungnya Kyuhyun? Dia ini magnae??”tanyaku sambil menunjuk
Kyuhyun tak percaya.
“Kau tidak tahu siapa kami??”ucap
orang yang bernama Eunhyuk tadi kaget.
Aku menggeleng pelan.
“Urineun SUPER JUNI!!”teriak
Leeteuk
“Oeyeo!!”jawab yang lainnya
serempak. Aku hanya cengo memandang mereka. Pasti wajahku blank sekarang.
“Sudahlah hyung. Eunhyuk-ah!
Kapan kau akan mengantar Hye Rim sshi ke cafe?”ucap Kyuhyun.
“Ah, iya! Kyu sudah kubilang
panggil aku hyung!”tukas Eunhyuk.
Sedang kulihat Kyuhyun nampak
tidak peduli. Aku benar-benar cengo tak tahu harus berkomentar bagaimana. Tak
sampai 5menit aku sudah kembali ke cafe tadi. Lagi-lagi aku dibuat cengo.
“IGE MWOYAAA???”lengkingku.
Sontak orang semobil menutup
telinga mereka. Aku tak peduli meski aku baru mengenal mereka.
“I..Ini tadi hanya berjalan lurus
dari ujung jalan sana sudah kembali ke cafe?? Ya!! Kyuhyun sshi! Kenapa kau
tidak memberi tahuku!”teriakku marah.
“Salah sendiri kenapa tidak mau
berjalan lurus dan malah kembali ke tempatku. HAHAHAHAHA”dia tertawa puas.
“Aiissh~ DAMN!”umpatku “Minggir
dan buka pintunya!”perintahku.
Kyuhyun membuka pintu dan turun
dari mobil. Setelah aku turun dia segera masuk mobil lagi.
“Kamsa Hamnida Oppadeul”aku
membungkuk berterima kasih ke mereka.
Aku melihat Kwon ajusshi
mondar-mandir didepan mobil. Pasti dia cemas sekali. Aku harus meminta maaf
padanya.
“Agasshi?? Syukurlah... Anda
darimana??”tanyanya menghampiriku.
“Ceritanya panjang. Mianhae
membuat ajusshi cemas”ucapku.
“Gwenchana. Mari pulang,
sepertinya agasshi lelah sekali”dia menatapku cemas.
Aku masuk mobil dan menghempaskan
badanku ke jok mobil sambil membuang napas keras-keras.
“Ajusshi, kau tahu SUPER JUNIOR
itu apa?”tanyaku lemah. Aku tidak mengharapkan pertanyaanku ini dijawab. Tapi
sepertinya pendengaran Kwon Ajusshi masih baik.
“Anda bertemu salah satu dari
mereka, agasshi??”pertanyaan Kwon Ajusshi membuatku bingung.
“Apa sih memangnya SUPER JUNIOR
itu??”tanyaku semakin penasaran.
“SUPER JUNIOR itu boyband
terkenal di Korea bahkan se Asia. Mereka adalah HALLYU STAR. Caffe SAPPHIRE
BLUE tadi adalah milik salah satu fans mereka. Err..Apa ya namanya?? E..E..?”
“ELF??”tanyaku
“Ah, ne. Itu nama Fandomnya.
Memang sudah diketahui publik kalau member SUPER JUNIOR sering datang ke cafe
itu, karena pemiliknya kenal baik dengan mereka”ungkap Kwon Ajusshi.
Ah, jadi itu mereka. Sehebat
itukah mereka? Atau lebih tepatnya sehebat itukah Cho Kyuhyun?? Aku sedang
memikirkannya ketika I-PHONE ku berdering. Sebuah pesan masuk. Aku membukanya.
From: Cho Kyuhyun yang tampan
Annyeong, Hyerim sshi.. Aku harap
kita bertemu lagi..
Aku terpaku membaca sms ini.
terutama nama pengirimnya. Sejak kapan dia punya nomorku dan Sejak kapan dia
menyimpankan nomernya??
“IGE MWOYAAAA???”lengkingku.
Membuat Kwon Ajusshi kaget dan
mobil sedikit kehilangan kendali.
*$&$^$!%$))!#^
“See? Aku membencimu sejak
pertama kali kita berjumpa” ucapku kesal
“Hahahaha..Ara..Ara.. Kau
membenciku dengan cinta kan Rine?”ucapnya disela tawanya dan tangannya mengelus
rambutku.
Aku merengut kesal, lalu
tersenyum manis.
“Sudah berapa bulan kita pacaran
Kyuhyun sshi?”godaku.
“Aiissh~ Jangan panggil aku
seperti itu. Panggil oppa atau panggilan sayang lainnya”tukasnya “Dan kau
ini...Aiisssh~ kau tidak bisa menghitung ya? Kita pacaran selama 15
bulan”tangannya yang semula mengelus sekarang berubah jadi menjitak.
“Appeo Pabo!!”umpatku sambil
meringis kesakitan. Dia hanya tersenyum.
“15 bulan itu tak berarti
apa-apa, kau akan disisiku selamanya”ucapnya sambil menatapku intens.
“Apa-apaan perkataanmu itu?
Seperti aku ini milikmu dan kau berhak mengekangku”ucapku.
“Bukankah memang seperti itu? Kau
ini milikku yang paling berharga, maka aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas
dariku.”lalu dia membenamkanku dalam pelukannya yang hangat.
Aku menyandarkan kepalaku di
dadanya, mendengarkan detak jantungnya. Aku tersenyum merasakan pelukan
intensnya.
“Annyeong!!! Kim Heechul Big
Space Star mau minta makan!”teriak seseorang memasuki dorm.
“Heechul oppa!!”aku melepaskan
diri dari Kyuhyun dan beranjak ke depan.
Tak kuhiraukan wajah Kyuhyun yang
berubah jadi masam.
“Hai, aegi!!”sapa Heechul.
Tanpa ragu aku melompat ke
pelukan Heechul oppa. Dia menangkapku dan memutar-mutarku.
“Hyung, sudah pulang?”tanya
Kyuhyun yang mengikuti ke ruang tamu. Dia duduk di sofa.
“Ne.. Wookie mana? Aku
lapar”Heechul Oppa menurunkanku.
“Entahlah, dia tadi keluar bersama
Sungmin Hyung..”jawab Kyuhyun sambil mulai memainkan PSPnya.
“Oppa lapar?? Bagaimana kalau aku
yang memasak untuk oppa?”tawarku.
“Hah? Andwae Aegi! Aku tahu kau
sama ahlinya dengan Kyuhyun untuk membuat dapur pecah”tolak Heechul oppa
mentah-mentah.
“Apa-apaan itu menyangkut pautkan
denganku!”Kyuhyun tidak terima.
“Lebih baik aku delivery order
saja. Kau sudah makan aegi?”tanya Heechul oppa sebelum memencet nomor di IPHONE
nya.
“Sudah, tapi aku masih
lapar..”ucapku aegyo.
Kudengar Kyuhyun menggerutu
sambil memenceti layar PSPnya “Dasar perut karet!!”
“Kim Kyu, kau tidak mau makan
lagi??”Heechul oppa ganti bertanya pada Kyuhyun.
“Anio”
“Meskipun aku akan memesan
jajangmyeon??”Heechul oppa menggoda magnaenya itu.
“Ne, aku mau”jawab Kyuhyun.
“Cih~ Cepat sekali anak itu
berubah pikiran!!”ucap Heechul oppa lalu menelepon.
Hehehehe...Inilah dua orang yang
kusayangi. Cho Kyuhyun, namjachingu ku. Kim Heechul yang sudah ku anggap Oppa
kandungku, dan dia menganggapku anaknya.
*END*

.hyaa~,,,
ReplyDelete.nice story, ny.cho,,
.I want Leeteuk,, ^^
hahaha Iteuk? ? Ditunggu saja ne?
ReplyDelete