Cast : Lee Donghae, Jung Haegyo, Jung Yunho, SUPER JUNIOR.
Genre : Romance, Family
Summary : “So I lay my head back down.And I lift my hands and pray,to be only yours, I pray, to be only yours .I know now, you're my only hope”
-.-
Seorang gadis kecil berumur lima tahun tersenyum gembira sembari
bernyanyi riang di gandengan seorang bocah lelaki berusia dua belas tahun. Sang
bocah lelaki hanya tersenyum menatap gadis kecil periang disampingnya
itu, sesekali juga ikut menimpali nyanyian gadis kecil itu.
Gadis kecil itu berhenti
melangkah.
“Wae irae Gyo-ya??”tanya bocah
lelaki itu heran melihat gadis digenggamannya itu tiba-tiba berhenti.
“Donghae Oppa kalau besar mau jadi
apa??”tanya gadis kecil itu dengan mata yang berbinar ingin tahu.
“Wae? Kenapa kau tiba-tiba
bertanya??”tanya Donghae heran.
“Ibu guru tadi bertanya tentang
cita-cita kita di masa depan. Haegyo bingung mau jawab apa, kata Bu Guru dibuat
PR besok harus dijawab”gadis itu memainkan ujung kemeja seragam Donghae.
Donghae tersenyum lembut mendengar
jawaban jujur itu, digamitnya lengan kecil Haegyo lalu diajaknya berjalan lagi.
“Lalu kenapa kau bertanya padaku?
Kau ingin memiliki cita-cita sama denganku??”Donghae tersenyum menggoda.
“Eung~ aku akan ikut apapun yang
Oppa lakukan. Jadi katakan apa cita-cita Oppa, supaya aku bisa menjawab
pertanyaan ibu guru”jawab Haegyo semangat. Kuncir duanya sampai ikut
bergoyang-goyang saking semangatnya.
“Hmm..Aku mau jadi pemain sepak
bola”jawab Donghae serius.
Mendengar jawaban Donghae, Haegyo
berhenti berjalan wajahnya menunduk.
“Ada apalagi Gyo-ya??”tanya
Donghae.
Haegyo mendongakkan kepalanya
menatap Donghae yang lebih tinggi darinya. Matanya berkaca-kaca, bibirnya
mencebik lucu. Donghae kaget sendiri melihat Haegyo akan menangis.
“Oppa bilang Oppa ingin jadi
pemain sepak bola?? Oppaaaa...aku kan cewek.. Mana boleh jadi pemain sepak bola
Oppa?? Apa itu berarti aku harus berpisah dari Oppa?? Huuaaaa.... ANDWAEEEE!!!
Aku nggak mau pisah sama Donghae Oppa.. Nan Naega shireoooo!!!”lengking Haegyo
disertai tangisnya.
“Ya... Ya... Uljima Gyo-ya.. Jebal
Uljimaa”Donghae kalang kabut mendiamkan Haegyo yang menangis tersedu-sedu.
Donghae berlutut di depan Haegyo, mengusap lembut air mata
gadis itu. Haegyo balas memandang Donghae dengan masih berair mata. Donghae
tersenyum lembut lalu berkata.
“
Kau tahu? Bersama itu bukan kita
selalu melakukan hal yang sama Gyo-ya. Bukan kau harus mengikuti apapun yang
kulakukan. Bersama itu saat kita bisa merasakan kehadiran satu sama lain saat
jarak memisahkan kita. Bersama itu saat kita bisa mengingat sau sama lain
didalam sini”ucap Donghae sambil meletakkan tangannya di dada Haegyo “Kau harus
menemukan jalanmu sendiri Gyo-ya. Kau harus berjuang untuk meraih mimpimu. Kau
harus berusaha sebaik mungkin untuk membuat Appa, Umma, Yunho hyung dan aku
bangga. Saat kau tak sanggup menghadapi dunia lagi, yakinlah bahwa aku akan
selalu ada untukmu”ucap Donghae lagi.
Haegyo hanya mengerjapkan matanya
bingung mendengar kalimat panjang Donghae. Tak satupun dari kalimat itu bisa
dicernanya.
“Oppa..Aku tak paham maksud
Oppa”ucap Haegyo polos. Donghae tertawa kecil lalu mengusap rambut Haegyo.
“Maksudnya aku menyayangimu
Gyo-ya”ucap Donghae lalu mengecup kening Haegyo.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan
pulang mereka yang tertunda. Saat ada sebuah motor berhenti dihadapan mereka.
“Donghae-ya. Haegyo-ya.. Kenapa
kalian pulang lebih dulu? Appa kan mau menjemput kalian”ucap seorang lelaki
yang mengendarai motor itu.
“Jinjja?? Appa mau menjemput
kami??”tanya Haegyo gembira.
“Huh, Abeoji kan habis menjual
ikan hasil tangkapan hari ini! Kebetulan saja bertemu kami disini”dengus
Donghae.
Haegyo memandang Donghae lalu
mengerecutkan bibirnya lucu.
“Waeyo Haegyo-ya??”tanya lelaki
itu.
“Appa bohong! Appa nggak
benar-benar berniat menjemput kami kan?”tuntut Haegyo.
Pria paruh baya itu tersenyum
salah tingkah dan melotot pada Donghae yang bersiul-siul tak peduli.
“heheheh..Sudahlah itu tak
penting. Sekarang ayo kalian berdua naik, hari sudah semakin siang”
Akhirnya Haegyo naik ke motor
dengan digendong Donghae, lalu Donghae naik dibelakang Haegyo.
#$%^&*()_!@#$%^&*()
Donghae menutup pidato
perpisahannya dengan senyum diiringi seluruh hadirin yang ada di aula itu. Dia
turun dari panggung dan menuju tempat dimana kedua orang tuanya berada. Appa
dan Umma Donghae tersenyum sambil memeluk anak lelaki mereka penuh rasa bangga.
“Oppa chukae!!!”seru Haegyo dengan
senyum lebar.
“Gomawo!”jawab Donghae lalu
memeluk Haegyo erat. Tapi tiba-tiba Haegyo menangis dipelukan Donghae.
“Wae??”tanya Donghae kaget.
“Hiks..Donghae Oppa kan udah SMP.
Berarti kita nggak satu sekolah lagi dong? Terus aku berangkat sama siapa??
Huuuuaaa”tangis Haegyo.
“Ya..Ya..uljima!! aku kan masih
bisa mengantarmu Gyo-ya. sekolah kita kan searah”jawab Donghae.
“Jinjja!!! Waaaa~ Oppaa neomu
joahae!!”ucap Haegyo sambil memeluk Donghae lagi.
Kedua orang tua Donghae hanya
tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua.
@#$%^&*()
“WAEEE?? Kenapa Oppa pergi?? oppa
sudah tak mencintaiku lagi hah?? Oppa sudah tak peduli lagi padaku?? Sampai
Oppa harus berangkat ke Seoul??”jerit Haegyo frustasi.
“Aniyo~ tapi Oppa harus mengejar
cita-cita Oppa. Oppa mohon mengertilah keadaan Oppa”ucap seorang lelaki muda
dengan postur tegap dan tinggi.
“Tidak!! Aku tidak mau mengerti!!
Oppa KAJIMAAAAA!!!”teriak Haegyo lalu berlari meninggalkan rumahnya.
Tak berselang lama, Donghae datang
ke rumah Haegyo.
“Yunho hyung, ada apa??”tanya
Donghae saat melihat Yunho terduduk lemah di sofa rumahnya. Nampak sangat
frustasi.
“Donghae-ya. Haegyo melarangku pergi,
ottokhe??”tanya Yunho frustasi.
Donghae menghela napas berat,
memandang Yunho penuh simpati.
“Kalau hyung yakin, kejarlah
cita-cita hyung. Tentang Haegyo, aku yakin saat Hyung nanti tampil di televisi
dia akan berbalik 100% mendukungmu!”hibur Donghae.
“Geurae? Aku mempercayakan adikku
padamu Donghae-ya”
Setelah itu Donghae keluar mencari
keberadaan Haegyo. Dia melewati pesisir pantai sampai menuju ke karang-karang.
Dan disana lah gadis itu berada. Duduk di sebuah batu karang besar sambil
memeluk lututnya, memandang laut.
“Kenapa melamun disini sendirian tidak mengajakku??”tanya Donghae lalu duduk di samping Haegyo.
Gadis itu menoleh dan melihat
Donghae sekilas lalu kembali memandang laut di depannya.
“Kau marah padaku??”tanya Donghae.
Haegyo menggelengkan kepala tanpa membuka mulut.
“Lalu kenapa kau
mendiamkanku??”tanya Donghae
Haegyo masih diam saja.
“Kau benar-benar tak mau bicara
padaku ya?? Ya sudah aku pergi”ucap Donghae.
Haegyo menahan tangan Donghae lalu
memeluk Donghae erat. Dan di dada Donghae itulah tangis Haegyo pecah. Donghae
tertegun melihat Haegyo menangis. Ini bukan kali pertama Donghae melihat Haegyo
menangis. Tapi ini kali pertama Donghae merasa sesak dan perih melihat air mata
Haegyo. Biasanya Haegyo akan menangis heboh disertai dengan teriakan-teriakan.
Tapi kali ini gadis itu menangis tanpa suara di dada Donghae. Hanya
isakan-isakan tertahan gadis itu yang semakin membuat Donghae mempererat
pelukannya.
Ternyata Haegyo tertidur dipelukan
Donghae setelah puas menangis. Donghae tersenyum lalu mengusap sisa-sisa air
mata yang ada di pipi Haegyo. Dia menggendong Haegyo dipunggung, berniat
mengantarnya pulang. Tapi saat hendak berbelok ke arah rumah, Haegyo terbangun.
“Aku tak mau pulang! Aku mau ke
rumah Donghae oppa saja!”ucap Haegyo yang ternyata terjaga dari tidurnya.
“Kau tak boleh seperti itu Gyo-ya.
Apa kau tak ingin bersama Yunho hyung sebelum dia berangkat ke Seoul?”tanya
Donghae.
“Shireo!! Shireo!! Shireo!! Aku
tak mau pulang Oppa..hikss”Haegyo mulai menangis lagi.
“Geurae..Geurae..Geurae.. Kita
pulang ke rumahku saja. Uljima.. arachi??”Donghae menggendong Haegyo sampai ke
rumah.
“Omo~ ada apa dengan
Haegyo??”tanya Umma Donghae kaget karena melihat Donghae menggendong Haegyo
yang tertidur.
Teriakan umma Donghae itu mengundang
Appa serta Donghwa untuk melihat.
“Dia tak apa-apa Umma. Dia sedang
tidur”jawab Donghae lalu masuk ke kamarnya, merebahkan Haegyo di kasur
miliknya.
Umma Donghae mengikuti ke dalam.
“Kenapa kau tak mengantarnya
pulang? Apa yang terjadi??”tanya Umma Donghae khawatir.
“Dia tak mau pulang Umma. Dia
ngambek gara-gara Yunho hyung mau ke Seoul”jawab Donghae.
“Ah.. Dia pasti sangat terpukul
kan? Ya sudah tak apa. Kau hubungi saja Orang tuanya, nanti mereka
khawatir”ucap Umma Donghae lalu merapikan selimut Haegyo.
....
Donghae terbangun di tengah malam
karena merasa mendengar isakan. Di lihatnya kasur sampingnya.haegyo sedang
berbaring memunggunginya, tapi Donghae tahu bahwa gadis itu sedang menangis
hebat. Bahu gadis itu bergetar hebat, isakan-isakan kecil masih terdengar meski
dia berusaha meredamnya.
Dipeluknya pinggang gadis itu
lembut. Lalu di senandungkannya lagu untuk membuat gadis itu nyaman dan kembali
tertidur. Tujuannya berhasil, karena sebentar saja gadis itu sudah berhenti
menangis. Dibalikkannya tubuh Haegyo,lalu dilihatnya raut cantik gadis itu yang
terpejam.
@!(%&
14 Februari 2002
Donghae sedang berdiri di depan
gerbang sekolahnya dengan seorang gadis di hadapannya. Gadis itu sepertinya
teman sekolah Donghae, nampak dari seragam SMA yang digunakannya. Gadis itu
memberikan sebuah bungkusan kepada Donghae.
“Oppa.. Ini coklat dariku, tolong
di terima ya. Karena ini adalah perasaanku, aku menyukai Oppa”ucap gadis itu
malu-malu.
Saat tangan Donghae akan menerima,
tiba-tiba ada tangan lain yang menampik bungkusan itu. Bungkusan yang berisi
coklat itu sontak jatuh dan isinya berhamburan. Gadis itu melotot marah pada
orang yang menyebabkan coklatnya rusak.
“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK
KECIL???”teriak gadis itu marah.
Dia menarik tangan anak berseragam
SD itu. Tangan Donghae menepis tangan gadis yang akan menampar anak SD itu.
“Lepaskan tanganmu dan jangan
berani-beraninya menyentuhnya!”ucap Donghae dingin.
Gadis itu kaget terhadap sikap
dingin Donghae yang tiba-tiba.
“Geundae Oppa.. Dia menghancurkan
coklat buatanku. Kenapa oppa justru membelanya??”gadis itu ingin menangis
melihat kelakuan Donghae.
“Aku bisa mengganti coklatmu jika
kau mau. Tapi kau tak bisa membayar bekas tanganmu yang melukainya padaku!”ucap
Donghae lalu bergegas pergi sambil menggandeng anak SD tadi.
“Chakaman. Siapa anak kecil itu?
Kenapa kau sangat melindunginya?”
“Dia adikku”jawab Donghae mantap
lalu pergi meninggalkan sekolah.
Di perjalanan pulang Donghae sama
sekali tak mengajak Haegyo bicara. Dia benar-benar mengacuhkan Haegyo.
“Ya, Oppa marah??”tanya Haegyo
akhirnya.
Donghae diam dan tetap berjalan.
“Kenapa Oppa marah karena aku
merusak coklatnya? Apa Oppa menyukai gadis centil seperti itu?”tanya Haegyo.
“Aku marah karena kelakuanmu Jung
Haegyo! Kenapa kau bisa berlaku seperti itu? Itu tidak sopan kau tahu? Dimana
tata kramamu terhadap orang yang lebih tua darimu? Lalu bagaimana kalau gadis
itu benar-benar melukaimu?? Apa yang sebenarnya ada di otakmu??”Donghae
membentak Haegyo tanpa sadar.
Haegyo terpaku melihat Donghae marah
kepadanya. Karena seumur hidupnya, Donghae belum pernah membentaknya sama
sekali. Tapi gara-gara gadis centil itu, dia harus dibentak Donghae.
“A..Aku.. Karena Aku mencintai
Oppa. Aku tak ingin Oppa bersama gadis lain. Karena aku ingin, hanya aku yang
menjadi milik Oppa”ucap Haegyo lirih.
Donghae terpaku mendengar
pengakuan Haegyo. Gadis kecilnya itu berani menyatakan cinta kepadanya. Apa selama ini dia salah memperlakukan
Haegyo??
“Kau masih kecil Gyo-ya. Kau masih
belum mengerti apa itu cinta. Kau mencintaiku hanya karena aku selalu ada
disisimu. Kau mencintaiku sama seperti kau mencintai Yunho hyung. Dan aku juga
mencintaimu dengan cara yang sama”ucap Donghae memberi pengertian.
Haegyo tergugu mendengar penuturan
Donghae. Dia merasa aneh dengan perkataan Donghae itu. Dia masih kecil? Apa 11
tahun itu masih kecil? Sebentar lagi dia akan lulus SD dan masuk SMP. Apa itu
masih kecil? Kenapa Donghae menolaknya hanya karena dia masih kecil??
“Aku juga minta maaf karena
membentakmu Gyo-ya. Aku tak bermaksud marah padamu, tapi lain kali hal seperti
ini jangan di ulangi lagi. Arachi??”
#$%^&*()@#$%^&*
Upacara kelulusan SMA Donghae yang
seharusnya menjadi momen bahagia, tapi justru menjadi momen paling memilukan
bagi Haegyo. Pagi itu Haegyo tahu bahwa setelah Donghae lulus SMA, Donghae akan
pergi ke Seoul untuk di trainee di SMEntertainment seperti Oppanya. Tak ada
yang bisa di ucapkannya saat berhadapan dengan Donghae. Dia tak bisa menangis
di hari bahagia Donghae itu, tapi dia juga tak bisa mengucapkan selamat dengan
senyum lebar seperti biasa.
Haegyo berdiri diam dihadapan
Donghae yang tengah menyapa teman-temannya dengan gembira. Lalu tiba-tiba
sepasang lengan Donghae merangkul Haegyo erat.
“Kau tak ingin mengucapkan selamat
kepadaku??”bisik Donghae.
“Chukkae...Oppa”ucap Haegyo lirih.
Donghae melepas pelukannya lalu
menatap Haegyo dengan senyum yang biasanya.
“Ayo kita ke taman bermain!!”ajak
Donghae.
Donghae dan Haegyo berjalan
beriringan menuju taman bermain. Donghae nampak bahagia sekali, sedangkan
Haegyo lebih banyak diam. Mereka mencoba semua wahana yang ada dan mengambil
banyak foto. Ketika Donghae ingin mengambil foto lagi Haegyo nampak jengah.
“Lebih baik jangan mengambil
terlalu banyak foto, itu akan berbahaya jika Oppa menjadi artis suatu saat
nanti”ucap Haegyo.
Donghae menghentikan senyumnya.
Dia menghela napas berat sambil memandang Haegyo. Digandengnya lengan Haegyo
lalu duduk di kursi yang tersedia.
“Aku hanya menciptakan banyak
kenang-kenangan sebelum aku pergi Gyo-ya. Apa kau tak akan merindukanku?”tanya
Donghae.
“Geurae.. Kalau Oppa tahu aku akan
merindukan Oppa, jadi jangan pergi”ucap Haegyo langsung.
Donghae terhenyak mendengar
perkataan Haegyo. Ini benar-benar pilihan yang sulit untuknya.
“Apa Oppa lupa apa yang terjadi
padaku saat kepergian Yunho Oppa? Kenapa? Kenapa Oppa melakukan hal yang sama
seperti Yunho Oppa??”tanya Haegyo mulai menitikkan air mata.
“Aku tak bisa Gyo-ya..”jawab
Donghae lirih.
“Keureomyeon. Oppa tak perlu
mengorbankan cita-cita Oppa demi aku. Aku akan baik-baik saja. Toh, Oppa memang
tak menginginkanku sejak awal. Aku pulang dulu Oppa”ucap Haegyo lalu berlalu
dari hadapan Donghae.
Donghae menarik lengan Haegyo
lagi.
“Kau boleh marah padaku. Tapi
jangan pernah pulang sendiri, selama masih ada aku disisimu. Ayo pulang!”Donghae
menggandeng tangan Haegyo.
@#$%^&*(@#$%^&*
Seorang gadis berseragam SMA
sedang berdiri dihadapan 13 orang pria. Gadis itu tersenyum manis kepada mereka
semua lalu mulai memperkenalkan dirinya.
“Annyeong haseyo Oppadeul. Naneun
Jung Haegyo imnida. Aku adik dari Jung Yunho Oppa. Aku trainee baru di
SMEnertainment. Jadi mohon bantuannya Oppadeul”dia membungkuk hormat.
“Adiknya Yunho??”ucap Heechul
menatap Haegyo dari ujung rambut ke ujung kaki.
“Jung Haegyo??”gumam Kyuhyun.
“Trainee baru SMEntertainment??”Leeteuk
juga bergumam.
“Tapi kami sudah mengenalmu dengan
baik karena ada orang yang setiap hari bercerita tentangmu tanpa henti”celetuk
Eunhyuk sambil melirik Donghae yang tengah asyik menatap Haegyo. Jadi Donghae
tak mengindahkan sindiran Eunhyuk itu.
“Pajyo! Kami lebih mengenalmu
sebagai pacar si NEMO ini!!”seru Sungmin yang membuat Haegyo garuk-garuk kepala
salting.
“Tak kusangka, Donghae ternyata
fedofil!!!”ucap Leeteuk sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setelah itu acara perkenalan
menjadi ajang kegajean para member SUPER JUNIOR.
@#$%^&*(!@#$%^&*()_
Donghae menggenggam tangan dingin
Haegyo. Sudah 6 jam gadis itu tak sadarkan diri karena kecapekan promosi album
barunya. Mendengar Haegyo pingsan di sebuah acara, Donghae bergegas datang ke
rumah sakit tak mempedulikan jadwalnya yang juga sedang menggila. Yang ada
dipikirannya hanya bagaimana caranya membuat gadis kecilnya itu sadar.
“O...pppp...aaaa”rintih Haegyo
pelan.
Donghae langsung merasa lega saat
mendengar suara Haegyo itu.
“Ne.. ini aku?? Gwenchana??”tanya
Donghae
Haegyo membuka matanya perlahan
dan tersenyum saat menatap Donghae. Donghae tetap menggenggam tangan Haegyo
tanpa melepasnya sedikitpun.
“Gwenchana...”jawab Haegyo sambil
tersenyum.
“Oppa..aku bermimpi tentang masa
kecil kita.. huh! Sepertinya aku benar-benar merindukan Oppa”
“Geurae. Karena itu ada aku
disini”jawab Donghae lalu memberikan kecupan kecil di bibir Haegyo.


