Thursday, November 15, 2012

[DOUBLE HAE COUPLE] ONLY HOPE



Cast        : Lee Donghae, Jung Haegyo, Jung Yunho, SUPER JUNIOR.
Genre      : Romance, Family
Summary : “So I lay my head back down.And I lift my hands and pray,to be only yours, I pray, to be only yours .I know now, you're my only hope
-.-

Seorang gadis kecil berumur lima tahun tersenyum gembira sembari bernyanyi riang di gandengan seorang bocah lelaki berusia dua belas tahun. Sang bocah lelaki hanya tersenyum menatap gadis kecil periang disampingnya itu, sesekali juga ikut menimpali nyanyian gadis kecil itu.

Gadis kecil itu berhenti melangkah.

“Wae irae Gyo-ya??”tanya bocah lelaki itu heran melihat gadis digenggamannya itu tiba-tiba berhenti.

“Donghae Oppa kalau besar mau jadi apa??”tanya gadis kecil itu dengan mata yang berbinar ingin tahu.

“Wae? Kenapa kau tiba-tiba bertanya??”tanya Donghae heran.

“Ibu guru tadi bertanya tentang cita-cita kita di masa depan. Haegyo bingung mau jawab apa, kata Bu Guru dibuat PR besok harus dijawab”gadis itu memainkan ujung kemeja seragam Donghae.

Donghae tersenyum lembut mendengar jawaban jujur itu, digamitnya lengan kecil Haegyo lalu diajaknya berjalan lagi.

“Lalu kenapa kau bertanya padaku? Kau ingin memiliki cita-cita sama denganku??”Donghae tersenyum menggoda.

“Eung~ aku akan ikut apapun yang Oppa lakukan. Jadi katakan apa cita-cita Oppa, supaya aku bisa menjawab pertanyaan ibu guru”jawab Haegyo semangat. Kuncir duanya sampai ikut bergoyang-goyang saking semangatnya.

“Hmm..Aku mau jadi pemain sepak bola”jawab Donghae serius.

Mendengar jawaban Donghae, Haegyo berhenti berjalan wajahnya menunduk.

“Ada apalagi Gyo-ya??”tanya Donghae.

Haegyo mendongakkan kepalanya menatap Donghae yang lebih tinggi darinya. Matanya berkaca-kaca, bibirnya mencebik lucu. Donghae kaget sendiri melihat Haegyo akan menangis.

“Oppa bilang Oppa ingin jadi pemain sepak bola?? Oppaaaa...aku kan cewek.. Mana boleh jadi pemain sepak bola Oppa?? Apa itu berarti aku harus berpisah dari Oppa?? Huuaaaa.... ANDWAEEEE!!! Aku nggak mau pisah sama Donghae Oppa.. Nan Naega shireoooo!!!”lengking Haegyo disertai tangisnya.

“Ya... Ya... Uljima Gyo-ya.. Jebal Uljimaa”Donghae kalang kabut mendiamkan Haegyo yang menangis tersedu-sedu.

Donghae berlutut  di depan Haegyo, mengusap lembut air mata gadis itu. Haegyo balas memandang Donghae dengan masih berair mata. Donghae tersenyum lembut lalu berkata.
Kau tahu? Bersama itu bukan kita selalu melakukan hal yang sama Gyo-ya. Bukan kau harus mengikuti apapun yang kulakukan. Bersama itu saat kita bisa merasakan kehadiran satu sama lain saat jarak memisahkan kita. Bersama itu saat kita bisa mengingat sau sama lain didalam sini”ucap Donghae sambil meletakkan tangannya di dada Haegyo “Kau harus menemukan jalanmu sendiri Gyo-ya. Kau harus berjuang untuk meraih mimpimu. Kau harus berusaha sebaik mungkin untuk membuat Appa, Umma, Yunho hyung dan aku bangga. Saat kau tak sanggup menghadapi dunia lagi, yakinlah bahwa aku akan selalu ada untukmu”ucap Donghae lagi.

Haegyo hanya mengerjapkan matanya bingung mendengar kalimat panjang Donghae. Tak satupun dari kalimat itu bisa dicernanya.

“Oppa..Aku tak paham maksud Oppa”ucap Haegyo polos. Donghae tertawa kecil lalu mengusap rambut Haegyo.

“Maksudnya aku menyayangimu Gyo-ya”ucap Donghae lalu mengecup kening Haegyo.

Mereka lalu melanjutkan perjalanan pulang mereka yang tertunda. Saat ada sebuah motor berhenti dihadapan mereka.

“Donghae-ya. Haegyo-ya.. Kenapa kalian pulang lebih dulu? Appa kan mau menjemput kalian”ucap seorang lelaki yang mengendarai motor itu.

“Jinjja?? Appa mau menjemput kami??”tanya Haegyo gembira.

“Huh, Abeoji kan habis menjual ikan hasil tangkapan hari ini! Kebetulan saja bertemu kami disini”dengus Donghae.

Haegyo memandang Donghae lalu mengerecutkan bibirnya lucu.

“Waeyo Haegyo-ya??”tanya lelaki itu.

“Appa bohong! Appa nggak benar-benar berniat menjemput kami kan?”tuntut Haegyo.

Pria paruh baya itu tersenyum salah tingkah dan melotot pada Donghae yang bersiul-siul tak peduli.

“heheheh..Sudahlah itu tak penting. Sekarang ayo kalian berdua naik, hari sudah semakin siang”

Akhirnya Haegyo naik ke motor dengan digendong Donghae, lalu Donghae naik dibelakang Haegyo.

#$%^&*()_!@#$%^&*()

Donghae menutup pidato perpisahannya dengan senyum diiringi seluruh hadirin yang ada di aula itu. Dia turun dari panggung dan menuju tempat dimana kedua orang tuanya berada. Appa dan Umma Donghae tersenyum sambil memeluk anak lelaki mereka penuh rasa bangga.

“Oppa chukae!!!”seru Haegyo dengan senyum lebar.

“Gomawo!”jawab Donghae lalu memeluk Haegyo erat. Tapi tiba-tiba Haegyo menangis dipelukan Donghae.

“Wae??”tanya Donghae kaget.

“Hiks..Donghae Oppa kan udah SMP. Berarti kita nggak satu sekolah lagi dong? Terus aku berangkat sama siapa?? Huuuuaaa”tangis Haegyo.

“Ya..Ya..uljima!! aku kan masih bisa mengantarmu Gyo-ya. sekolah kita kan searah”jawab Donghae.

“Jinjja!!! Waaaa~ Oppaa neomu joahae!!”ucap Haegyo sambil memeluk Donghae lagi.

Kedua orang tua Donghae hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka berdua.

@#$%^&*()

“WAEEE?? Kenapa Oppa pergi?? oppa sudah tak mencintaiku lagi hah?? Oppa sudah tak peduli lagi padaku?? Sampai Oppa harus berangkat ke Seoul??”jerit Haegyo frustasi.

“Aniyo~ tapi Oppa harus mengejar cita-cita Oppa. Oppa mohon mengertilah keadaan Oppa”ucap seorang lelaki muda dengan postur tegap dan tinggi.

“Tidak!! Aku tidak mau mengerti!! Oppa KAJIMAAAAA!!!”teriak Haegyo lalu berlari meninggalkan rumahnya.

Tak berselang lama, Donghae datang ke rumah Haegyo.

“Yunho hyung, ada apa??”tanya Donghae saat melihat Yunho terduduk lemah di sofa rumahnya. Nampak sangat frustasi.

“Donghae-ya. Haegyo melarangku pergi, ottokhe??”tanya Yunho frustasi.

Donghae menghela napas berat, memandang Yunho penuh simpati.

“Kalau hyung yakin, kejarlah cita-cita hyung. Tentang Haegyo, aku yakin saat Hyung nanti tampil di televisi dia akan berbalik 100% mendukungmu!”hibur Donghae.

“Geurae? Aku mempercayakan adikku padamu Donghae-ya”

Setelah itu Donghae keluar mencari keberadaan Haegyo. Dia melewati pesisir pantai sampai menuju ke karang-karang. Dan disana lah gadis itu berada. Duduk di sebuah batu karang besar sambil memeluk lututnya, memandang laut.

“Kenapa melamun disini sendirian tidak mengajakku??”tanya Donghae lalu duduk di samping Haegyo.
Gadis itu menoleh dan melihat Donghae sekilas lalu kembali memandang laut di depannya.

“Kau marah padaku??”tanya Donghae. Haegyo menggelengkan kepala tanpa membuka mulut.

“Lalu kenapa kau mendiamkanku??”tanya Donghae

Haegyo masih diam saja.

“Kau benar-benar tak mau bicara padaku ya?? Ya sudah aku pergi”ucap Donghae.

Haegyo menahan tangan Donghae lalu memeluk Donghae erat. Dan di dada Donghae itulah tangis Haegyo pecah. Donghae tertegun melihat Haegyo menangis. Ini bukan kali pertama Donghae melihat Haegyo menangis. Tapi ini kali pertama Donghae merasa sesak dan perih melihat air mata Haegyo. Biasanya Haegyo akan menangis heboh disertai dengan teriakan-teriakan. Tapi kali ini gadis itu menangis tanpa suara di dada Donghae. Hanya isakan-isakan tertahan gadis itu yang semakin membuat Donghae mempererat pelukannya.

Ternyata Haegyo tertidur dipelukan Donghae setelah puas menangis. Donghae tersenyum lalu mengusap sisa-sisa air mata yang ada di pipi Haegyo. Dia menggendong Haegyo dipunggung, berniat mengantarnya pulang. Tapi saat hendak berbelok ke arah rumah, Haegyo terbangun.

“Aku tak mau pulang! Aku mau ke rumah Donghae oppa saja!”ucap Haegyo yang ternyata terjaga dari tidurnya.

“Kau tak boleh seperti itu Gyo-ya. Apa kau tak ingin bersama Yunho hyung sebelum dia berangkat ke Seoul?”tanya Donghae.

“Shireo!! Shireo!! Shireo!! Aku tak mau pulang Oppa..hikss”Haegyo mulai menangis lagi.

“Geurae..Geurae..Geurae.. Kita pulang ke rumahku saja. Uljima.. arachi??”Donghae menggendong Haegyo sampai ke rumah.

“Omo~ ada apa dengan Haegyo??”tanya Umma Donghae kaget karena melihat Donghae menggendong Haegyo yang tertidur.

Teriakan umma Donghae itu mengundang Appa serta Donghwa untuk melihat.

“Dia tak apa-apa Umma. Dia sedang tidur”jawab Donghae lalu masuk ke kamarnya, merebahkan Haegyo di kasur miliknya.

Umma Donghae mengikuti ke dalam.

“Kenapa kau tak mengantarnya pulang? Apa yang terjadi??”tanya Umma Donghae khawatir.

“Dia tak mau pulang Umma. Dia ngambek gara-gara Yunho hyung mau ke Seoul”jawab Donghae.

“Ah.. Dia pasti sangat terpukul kan? Ya sudah tak apa. Kau hubungi saja Orang tuanya, nanti mereka khawatir”ucap Umma Donghae lalu merapikan selimut Haegyo.

....

Donghae terbangun di tengah malam karena merasa mendengar isakan. Di lihatnya kasur sampingnya.haegyo sedang berbaring memunggunginya, tapi Donghae tahu bahwa gadis itu sedang menangis hebat. Bahu gadis itu bergetar hebat, isakan-isakan kecil masih terdengar meski dia berusaha meredamnya.

Dipeluknya pinggang gadis itu lembut. Lalu di senandungkannya lagu untuk membuat gadis itu nyaman dan kembali tertidur. Tujuannya berhasil, karena sebentar saja gadis itu sudah berhenti menangis. Dibalikkannya tubuh Haegyo,lalu dilihatnya raut cantik gadis itu yang terpejam.

@!(%&


14 Februari 2002

Donghae sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya dengan seorang gadis di hadapannya. Gadis itu sepertinya teman sekolah Donghae, nampak dari seragam SMA yang digunakannya. Gadis itu memberikan sebuah bungkusan kepada Donghae.

“Oppa.. Ini coklat dariku, tolong di terima ya. Karena ini adalah perasaanku, aku menyukai Oppa”ucap gadis itu malu-malu.

Saat tangan Donghae akan menerima, tiba-tiba ada tangan lain yang menampik bungkusan itu. Bungkusan yang berisi coklat itu sontak jatuh dan isinya berhamburan. Gadis itu melotot marah pada orang yang menyebabkan coklatnya rusak.

“YA!! APA YANG KAU LAKUKAN ANAK KECIL???”teriak gadis itu marah.

Dia menarik tangan anak berseragam SD itu. Tangan Donghae menepis tangan gadis yang akan menampar anak SD itu.

“Lepaskan tanganmu dan jangan berani-beraninya menyentuhnya!”ucap Donghae dingin.

Gadis itu kaget terhadap sikap dingin Donghae yang tiba-tiba.

“Geundae Oppa.. Dia menghancurkan coklat buatanku. Kenapa oppa justru membelanya??”gadis itu ingin menangis melihat kelakuan Donghae.

“Aku bisa mengganti coklatmu jika kau mau. Tapi kau tak bisa membayar bekas tanganmu yang melukainya padaku!”ucap Donghae lalu bergegas pergi sambil menggandeng anak SD tadi.

“Chakaman. Siapa anak kecil itu? Kenapa kau sangat melindunginya?”

“Dia adikku”jawab Donghae mantap lalu pergi meninggalkan sekolah.

Di perjalanan pulang Donghae sama sekali tak mengajak Haegyo bicara. Dia benar-benar mengacuhkan Haegyo.

“Ya, Oppa marah??”tanya Haegyo akhirnya.

Donghae diam dan tetap berjalan.

“Kenapa Oppa marah karena aku merusak coklatnya? Apa Oppa menyukai gadis centil seperti itu?”tanya Haegyo.

“Aku marah karena kelakuanmu Jung Haegyo! Kenapa kau bisa berlaku seperti itu? Itu tidak sopan kau tahu? Dimana tata kramamu terhadap orang yang lebih tua darimu? Lalu bagaimana kalau gadis itu benar-benar melukaimu?? Apa yang sebenarnya ada di otakmu??”Donghae membentak Haegyo tanpa sadar.

Haegyo terpaku melihat Donghae marah kepadanya. Karena seumur hidupnya, Donghae belum pernah membentaknya sama sekali. Tapi gara-gara gadis centil itu, dia harus dibentak Donghae.

“A..Aku.. Karena Aku mencintai Oppa. Aku tak ingin Oppa bersama gadis lain. Karena aku ingin, hanya aku yang menjadi milik Oppa”ucap Haegyo lirih.

Donghae terpaku mendengar pengakuan Haegyo. Gadis kecilnya itu berani menyatakan cinta kepadanya.  Apa selama ini dia salah memperlakukan Haegyo??

“Kau masih kecil Gyo-ya. Kau masih belum mengerti apa itu cinta. Kau mencintaiku hanya karena aku selalu ada disisimu. Kau mencintaiku sama seperti kau mencintai Yunho hyung. Dan aku juga mencintaimu dengan cara yang sama”ucap Donghae memberi pengertian.

Haegyo tergugu mendengar penuturan Donghae. Dia merasa aneh dengan perkataan Donghae itu. Dia masih kecil? Apa 11 tahun itu masih kecil? Sebentar lagi dia akan lulus SD dan masuk SMP. Apa itu masih kecil? Kenapa Donghae menolaknya hanya karena dia masih kecil??

“Aku juga minta maaf karena membentakmu Gyo-ya. Aku tak bermaksud marah padamu, tapi lain kali hal seperti ini jangan di ulangi lagi. Arachi??”

#$%^&*()@#$%^&*

Upacara kelulusan SMA Donghae yang seharusnya menjadi momen bahagia, tapi justru menjadi momen paling memilukan bagi Haegyo. Pagi itu Haegyo tahu bahwa setelah Donghae lulus SMA, Donghae akan pergi ke Seoul untuk di trainee di SMEntertainment seperti Oppanya. Tak ada yang bisa di ucapkannya saat berhadapan dengan Donghae. Dia tak bisa menangis di hari bahagia Donghae itu, tapi dia juga tak bisa mengucapkan selamat dengan senyum lebar seperti biasa.

Haegyo berdiri diam dihadapan Donghae yang tengah menyapa teman-temannya dengan gembira. Lalu tiba-tiba sepasang lengan Donghae merangkul Haegyo erat.

“Kau tak ingin mengucapkan selamat kepadaku??”bisik Donghae.

“Chukkae...Oppa”ucap Haegyo lirih.

Donghae melepas pelukannya lalu menatap Haegyo dengan senyum yang biasanya.

“Ayo kita ke taman bermain!!”ajak Donghae.

Donghae dan Haegyo berjalan beriringan menuju taman bermain. Donghae nampak bahagia sekali, sedangkan Haegyo lebih banyak diam. Mereka mencoba semua wahana yang ada dan mengambil banyak foto. Ketika Donghae ingin mengambil foto lagi Haegyo nampak jengah.

“Lebih baik jangan mengambil terlalu banyak foto, itu akan berbahaya jika Oppa menjadi artis suatu saat nanti”ucap Haegyo.

Donghae menghentikan senyumnya. Dia menghela napas berat sambil memandang Haegyo. Digandengnya lengan Haegyo lalu duduk di kursi yang tersedia.

“Aku hanya menciptakan banyak kenang-kenangan sebelum aku pergi Gyo-ya. Apa kau tak akan merindukanku?”tanya Donghae.

“Geurae.. Kalau Oppa tahu aku akan merindukan Oppa, jadi jangan pergi”ucap Haegyo langsung.

Donghae terhenyak mendengar perkataan Haegyo. Ini benar-benar pilihan yang sulit untuknya.

“Apa Oppa lupa apa yang terjadi padaku saat kepergian Yunho Oppa? Kenapa? Kenapa Oppa melakukan hal yang sama seperti Yunho Oppa??”tanya Haegyo mulai menitikkan air mata.

“Aku tak bisa Gyo-ya..”jawab Donghae lirih.

“Keureomyeon. Oppa tak perlu mengorbankan cita-cita Oppa demi aku. Aku akan baik-baik saja. Toh, Oppa memang tak menginginkanku sejak awal. Aku pulang dulu Oppa”ucap Haegyo lalu berlalu dari hadapan Donghae.

Donghae menarik lengan Haegyo lagi.

“Kau boleh marah padaku. Tapi jangan pernah pulang sendiri, selama masih ada aku disisimu. Ayo pulang!”Donghae menggandeng tangan Haegyo.

@#$%^&*(@#$%^&*

Seorang gadis berseragam SMA sedang berdiri dihadapan 13 orang pria. Gadis itu tersenyum manis kepada mereka semua lalu mulai memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo Oppadeul. Naneun Jung Haegyo imnida. Aku adik dari Jung Yunho Oppa. Aku trainee baru di SMEnertainment. Jadi mohon bantuannya Oppadeul”dia membungkuk hormat.

“Adiknya Yunho??”ucap Heechul menatap Haegyo dari ujung rambut ke ujung kaki.

“Jung Haegyo??”gumam Kyuhyun.

“Trainee baru SMEntertainment??”Leeteuk juga bergumam.

“Tapi kami sudah mengenalmu dengan baik karena ada orang yang setiap hari bercerita tentangmu tanpa henti”celetuk Eunhyuk sambil melirik Donghae yang tengah asyik menatap Haegyo. Jadi Donghae tak mengindahkan sindiran Eunhyuk itu.

“Pajyo! Kami lebih mengenalmu sebagai pacar si NEMO ini!!”seru Sungmin yang membuat Haegyo garuk-garuk kepala salting.

“Tak kusangka, Donghae ternyata fedofil!!!”ucap Leeteuk sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Setelah itu acara perkenalan menjadi ajang kegajean para member SUPER JUNIOR.

@#$%^&*(!@#$%^&*()_

Donghae menggenggam tangan dingin Haegyo. Sudah 6 jam gadis itu tak sadarkan diri karena kecapekan promosi album barunya. Mendengar Haegyo pingsan di sebuah acara, Donghae bergegas datang ke rumah sakit tak mempedulikan jadwalnya yang juga sedang menggila. Yang ada dipikirannya hanya bagaimana caranya membuat gadis kecilnya itu sadar.

“O...pppp...aaaa”rintih Haegyo pelan.

Donghae langsung merasa lega saat mendengar suara Haegyo itu.

“Ne.. ini aku?? Gwenchana??”tanya Donghae

Haegyo membuka matanya perlahan dan tersenyum saat menatap Donghae. Donghae tetap menggenggam tangan Haegyo tanpa melepasnya sedikitpun.

“Gwenchana...”jawab Haegyo sambil tersenyum.

“Oppa..aku bermimpi tentang masa kecil kita.. huh! Sepertinya aku benar-benar merindukan Oppa”

“Geurae. Karena itu ada aku disini”jawab Donghae lalu memberikan kecupan kecil di bibir Haegyo.

END_

No comments:

Post a Comment