Genre : Romance, Angst [PG15]
Cast : Cho Kyuhyun, Song Hyerim, Kim Heechul, Lee Sungmin
Summary : “The sound of my heart ringing. It feels like a lie. This pain too. Like the writing that has been washed away and smudged, you and I have been blurred and erased.”
--.--
Butir-butir air jatuh dari langit membasahi bumi tanpa
ampun. Air itu memberi kesegaran untuk bumi yang merindukan mutiara surga sang
awan. Air tersebut seolah membasuh dosa seluruh manusia di bumi. Air tersebut
memberikan kehidupan kembali kepada tumbuhan yang putus asa akibat kekejaman
matahari. Tapi air tersebut juga memperperih luka seseorang. Air kehidupan
tersebut justru membuat seseorang merasa itulah akhir hidupnya.
Seorang gadis menggigil di bawah guyuran air hujan.
Badannya bergetar hebat tak terkendali. Matanya lurus menatap ke depan, ke arah
halte bus tempat sepasang muda mudi berteduh dari hujan. Nampaknya pasangan
tersebut tak menyadari orang lain di tempat itu. Dengan langkah kaki bergetar
gadis itu menghampiri pasangan tersebut. Sepertinya penyebab gadis itu bergetar
bukan hanya karena air hujan yang membasahi seluruh bagian tubuhnya. Gadis itu
menggigit bibir bawahnya ketika sampai tepat dihadapan pasangan yang sedang
berciuman itu.
Nampaknya kehadiran gadis itu mengganggu pasangan itu,
mereka melepas pagutan itu dan menatap ke arah gadis yang tengah menatap mereka
dengan pandangan nanar. Sang lelaki nampak terkejut melihat kehadiran gadis
itu. Nyaris seperti melompat pria tersebut berdiri dan menghampiri gadis yang
tengah memeluk tubuhnya sendiri. Pria tersebut seolah takut bahwa gadis itu
akan melarikan diri jika dia tak bergegas. Didekatinya gadis itu dengan pandang
bersalah, disentuhnya lengan dingin gadis itu. Sedikit heran karena tak ada
penolakan dari gadis itu.
Pria tersebut menelisik kondisi gadis didepannya. Baju
dan rambut yang basah kuyup, tubuh menggigil. Ditariknya gadis tersebut ke arah
halte yang terlindung dari hujan. Setelah gadis itu tak lagi diguyur hujan,
pria tersebut menyadari bahwa gadis itu berair mata. Tapi anehnya gadis itu tak
memberikan ekspresi apapun. Hanya memandang datar ke arah gadis yang tadi
berciuman dengan pria itu.
“Hyerim-ah..Aku bisa menjelaskan semuanya”pria
tersebut bersuara lirih sambil mengusap air mata yang menuruni wajah pucat
gadis yang dipanggilnya Hyerim tadi.
Namun tampaknya air mata tersebut tak akan habis,
sekali usapan pria itu ribuan butiran akan turun kembali dari mata bulatnya.
Hyerim memandang pria dihadapannya dengan pandangan yang sulit di artikan.
“Terima kasih atas semua. Kita berakhir sampai disini
Cho Kyuhyun sshi”ucap gadis itu lirih namun tegas.
Pria tersebut membeku di tempatnya saat kata-kata itu
meluncur mantap dari bibir Hyerim yang membiru. Perlahan Hyerim melepaskan
genggaman tangannya, membalikkan badan dan pergi menerobos hujan kembali.
Kyuhyun tetap bergeming memandang punggung Hyerim yang perlahan menjauhinya.
Keadaanya tetap seperti itu meski tubuh Hyerim tak lagi bisa dilihat oleh kedua
matanya. Sampai Tepukan lembut dipundaknya membuatnya menoleh.
“Bagaimana Kyu, kita pacaran sekarang? Tak ada lagi
yang akan mengganggu kita!”gadis yang tadi berciuman dengan Kyuhyun lah yang
bertanya.
Kyuhyun menatap tajam gadis itu, ingin sekali
memakinya tapi dia tahu bahwa dirinya juga bersalah.
“Di mimpi terburukku sekalipun, kita tak akan jadi
pasangan kekasih”ucap Kyuhyun lalu meninggalkan gadis itu.
Kyuhyun menerebos hujan dengan luka baru yang menganga
di hatinya. Menikmati perih yang ia rasakan tiap tetes air yang jatuh di
tubuhnya.
---.---
Haruga illyon gata gyesok ner~yoanneun ne
gaseumi ne heunjongman chatgo isseunikka myot iljje
(A day feels like a year. My heart continues
to sink because it only looks for your trace for days)
moreal gata bap han sutgal okjiro
samkyobwado no omneun haruneun momchwoisso
jigeum idero
(When I forcefully
swallow a bite of food, it feels like a grain of sand. The day without you has
stopped. Just like this now.)
Hidupku menjadi kacau setelah perpisahanku dengan
Hyerim. Bahkan sudah seminggu aku tidak masuk kuliah karena merasa percuma saja
berada dikampus kalau pikiranku di tempat lain. Umma dan nunaku sudah menyerah
untuk membuatku mengaku apa yang sudah terjadi kepadaku. Aku tak tahu apa yang
harus aku katakan, karena aku tahu umma dan nuna mencintai Hyerim seperti
mereka mencintaiku.
Aku bergulung di tempat tidur dan mengambil hapeku
yang ku nonaktifkan sejak seminggu lalu. Terakhir aku menggunakannya untuk
menghubungi Hyerim yang tentu saja tak mendapat jawaban darinya. Aku tersenyum
miris melihat wajahnya yang tengah tersenyum manis di layar hapeku. Entahlah,
hatiku terasa melemah karena terlalu lelah terus berlari mengejar bayangannya.
Baru ingin kuletakkan, hapeku berbunyi dan ada panggilan masuk.
“Ne hyung??”jawabku langsung saat tahu Sungmin hyung
yang menghubungiku. Seniorku di kampus maupun klub sepak bola.
“YAAA!! CHO KYUHYUN PABO!! APA YANG KAU LAKUKAN SAMPAI
TIDAK MASUK KULIAH SEMINGGU? HAPE JUGA NONAKTIF!! KAU MAU MEMBUATKU MATI
HAAHH??”teriakan spektakuler dari Sungmin hyung harus membuatku menjauhkan hape
dari telingaku hingga radius 5 meter.
“Wae hyung? Kau mati karena merindukanku
hhmm??”tanyaku menggodanya.
Entah kenapa aku sedikit tenang karena mendengar
suaranya. Mungkin karena selama ini aku dekat dengannya, nyaris seperti
anaknya.
“Paboya! Kau kenapa? Sakit? Suaramu sedikit lebih
serak dari biasanya..”
“Hmm..Aku sakit. Hyung tak menjengukku??”tanyaku
manja.
“Ne, nanti aku ke rumahmu. Cepat sembuh Kyu. Aku harus
segera pergi, kelas sudah mulai. Annyeong”
Aku kembali mendesah saat bayangan Hyerim berkelebat
di kepalaku. Aku menutupi kepalaku dengan bantal berharap bayangannya berhenti
bermain-main dikepalaku. Namun bayangannya makin jelas dan jelas.
-.-
Entah sejak kapan aku tertidur, aku terbangun saat
pintuku diketuk dan suara Sungmin hyung terdengar memanggilku. Aku melirik jam
di atas nakas, ternyata sudah jam empat sore. Aku berjalan gontai ke pintu,
jalanku sedikit limbung karena kepalaku berputar-putar. Aku membuka pintu kamar
dan melihat wajahnya tengah tersenyum lebar, namun senyumnya memudar ketika
melihatku.
“Aigoo~ Kyuhyun-ah.. Kau sakit apa sampai keadaanmu
begini?? Omona~ kau pucat sekali dan kenapa tubuhmu kurus begini. Baru seminggu
tapi nampaknya kau sudah kehilangan berkilo-kilo berat badanmu”ucap Sungmin hyung khawatir sambil
mengecek keadaanku. Mulai mengecek suhu tubuh, membolak-balik tubuhku
sesukanya.
“Hyung-ah~ aku pusing jangan memutar-mutar tubuhku
seperti ini”keluhku kesal.
Sungmin hyung tersenyum bersalah lalu mengikutiku
duduk diatas kasur.
“Apa yang kau bawa??”tanyaku melihat kantong kresek
ditangannya.
“Bubur juk. Aku yakin kau belum makan.”jawabnya
lembut.
“huh. Bahkan aku lupa kapan aku terakhir kali makan.
Percuma saja hyung membawa itu, aku tak akan bisa menelannya”jawabku penuh
sinisme
‘ya..karena setiap kali tenggorokanku dilewati
makanan, rasanya seperti menelan butiran pasir’
“Setidaknya kau makan Kyu. Jangan seperti ini.. Aku
dengar dari ajhumma bahwa kau juga tak mau keluar kamar. Kau sakit
apa??”Sungmin hyung tetap membukakan bubur jug itu dan menyuapkannya padaku.
“Aku putus dengan Hyerim”ucapku singkat.
Ketika mengucapkan itu hatiku serasa berdarah lagi.
Seperti luka tusukan yang belum mengering tapi justru diberikan tusukan lagi.
Tapi entah kenapa aku bisa mengucapkannya pada Sungmin hyung. Sungmin hyung
memandangku tak percaya, mulutnya setengah membuka.
“Waeyo?”suaranya sedikit bergetar menanyakan itu. Aku
sedikit terharu ada yang terluka untuk diriku seperti ini.
“Dia melihatku mencium gadis sialan itu di halte
seminggu lalu”
“MWO??? Kau menciumnya? Kau gila? Kau mengetahui bahwa
gadis gila itu berniat memisahkanmu dengan Hyerim. Kenapa kau mengikuti
permainannya??”Sungmin hyung sedikit emosi saat mengatakannya. Bagaimanapun
Sungmin hyung juga menyayangi Hyerim seperti dongsaengnya sendiri.
“Memang aku yang bodoh bisa termakan umpannya. Dia
berkata padaku bahwa itu permintaan terakhirnya, setelah itu dia tak akan
menggangguku lagi. Aku berani bertaruh bahwa sebenarnya dia tahu Hyerim ada
disana”jawabku dengan nada pahit.
Sungmin hyung mendengus mendengar jawabanku.
“Lalu kau tak berusaha menjelaskan pada Hyerim? Kau
hanya diam melihatnya lepas darimu??”
“Aku yang membuatnya terluka. Memangnya aku pantas
mendapat pengampunannya? Bukankah itu membuatku semakin egois dan brengsek??”
“Lalu kau mau apa? Hidupmu hancur setelah dia pergi,
dan aku yakin dia juga tidak dalam keadaan yang baik saat ini”ucapnya sedikit
lembut.
---.---
My Love, My Kiss, My Heart
modu mudodulge gaseumsok gipeun got Yeah~
(I’ll bury them
all. A place deep in my heart.)
One Love, One Kiss, To My Heart
modu ijobolge modu da jiulge
(I’ll try to
forget everything. I’ll erase everything)
Aku berlutut di lantai kamarku, memandang sebuah kotak dihadapanku yang
berisikan beragam barang. Ada sarung tangan, strap hp, komik, novel, sebuah
note, i-pod, jam tangan, jaket, sweater, kaus dll. Ya, semuanya adalah
pemberiannya. Pemberian Kyuhyun saat masih berstatus jadi pacarku. Aku berniat
untuk mengembalikan semuanya, aku benar-benar ingin menghapus semuanya.
Tanpa sadar setetes air mata lolos dari mataku. Kenapa masih saja terasa
sakit? Mungkin saat ini dia sudah tak memikirkanku dan sedang bersenang-senang
dengan gadis itu. Sakit.. Hatiku masih sakit saat kupaksa menghapusnya.
Bagaimanapun pria itu lah yang mengisi hati dan pikiranku selama empat tahun
terakhir. Dan sekarang hatiku harus terbiasa kosong. Hatiku harus terbiasa
untuk merasa sepi. Saat aku sedang memikirkannya, pintu kamarku diketuk.
“Masuk”jawabku.
Aku melihat yang datang adalah Heechul oppa. Tetanggaku, kakak sekaligus
sahabat bagiku. Wajahnya muram melihatku, aku tahu pasti karena aku menangis
seperti ini. Dia paling tidak suka melihatku menangis. Bahkan aku harus
menahannya dengan keras untuk tidak mendatangi Kyuhyun dan menghancurkan
Kyuhyun saat aku bilang padanya tentang alasanku putus dengan Kyuhyun.
“Oppa datang terlalu cepat. Kita berangkat 20 menit lagi”kataku dengan
senyum dipaksakan.
“Aku ingin membantumu beres-beres”jawabnya lalu duduk diatas kasurku.
Aku kembali melanjutkan kegiatanku yaitu membersihkan kamarku dari
unsur-unsur Cho Kyuhyun. Aku mengingat-ingat apalagi pemberian Kyuhyun yang
belum masuk kotak ini. Saat sedang serius berpikir, suara Heechul oppa
membuyarkan semuanya.
“Ya, kau serius melakukan ini aegi-ya??”
Aegi, itu panggilan Heechul oppa padaku yang artinya bayi atau anak.
Menurut Heechul oppa aku sudah seperti anaknya. Karena sejak kecil Oppa lah
yang mengasuh dan mengajakku bermain, bahkan kata orang-orang aku tumbuh besar
di pelukan Heechul Oppa. Tak heran karena Oppa memang lima tahun lebih tua dariku.
“Eung~ Kenapa bertanya lagi? Bukankah Oppa sangat mendukungku??”tanyaku
heran.
“Hmm? Hanya saja aku tahu kau masih....Sudahlah lupakan! Cepat
bereskan!”nadanya kembali memerintah dan seenaknya.
“Cih~ Siapa yang tadi bilang akan membantu?”ucapku kesal.
“Sudahlah jangan menggerutu! Aku tunggu dibawah, mau minta sarapan sama
Umma”
Sepeninggal Heechul oppa aku kembali memeriksa laci-laci dan meja
belajarku, sepertinya sudah bersih. Namun mataku menatap jari manisku. Sebuah
cincin melingkar disana, aku melepasnya berniat memasukkannya ke kotak. Namun
hatiku menolak melakukan itu. Aku tak sanggup membayangkan cincin itu melingkar
di jari gadis lain. Berlawanan dengan niat semula, aku membuka laci meja rias
dan menarik keluar sebuah kalung. Aku melepas liontin kalung yang berbentuk
daun itu dan menggantinya dengan cincin, setelahnya aku memakainya dan
menutupinya dengan kaos yang kupakai. Setelah selesai aku bergegas turun
sebelum Oppaku yang cerewet itu mengomel.
“Oppa~ Bantu aku!! Aku tak bisa membawa kotak-kotak ini
sendirian!!!”teriakku karena melihat ada dua kotak kardus dihadapanku.
--.—
ullyodeneun simjangsori gojitmal gata i
apeumdo ssitgyojin bonjin geulssichorom nowa nan heuryojyosso jiwojyosso
(The
sound of my heart ringing. It feels like a lie. This pain too. Like the writing
that has been washed away and smudged, you and I have been blurred and erased.)
sesangeun geuderonde dullobomyon noman ne gyote omneun-gol
(The world is the
same but when I look around, it is only you who is not by my side)
noreur-ireun gol jonbu ireun gol dwedollil sudo
omneun-gol Yeah~
(I lost you. I
lost everything. I can’t even turn back time)
Hari ini aku
memutuskan masuk kuliah, aku tahu aku tak bisa mengorbankan masa depanku meski
kenyataannya bagian dari masa depanku sudah kurusak dengan tanganku sendiri.
Ya, Song Hyerim adalah bagian masa depanku. Gadis yang kuinginkan mendampingiku,
tapi nyatanya akulah yang menghancurkannya.
Pukul 09.00
Aku sudah
memasuki pelataran kampus. Banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu lalang.
Mereka nampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dunia masih sama seperti
sebelum delapan hari lalu. Ya, semuanya masih sama hanya dirimu yang tidak ada
disisiku yang membuatnya berbeda. Tak ada dirimu yang memeluk tubuhku
diboncengan motorku. Aku mendesah saat merasakan nyeri tersebut kembali
menjalar.
‘life must go on
Kyuhyun-ah’seruku dalam hati.
Aku berjalan
menuju taman kampus, karena sebenarnya jam kuliahku dimulai sejam lagi. Saat
aku berjalan, tiba-tiba aku melihat Hyerim tengah berjalan bersama Kim Heechul.
Mereka berdua nampak bahagia, kulihat Hyerim tersenyum memperhatikan Heechul bicara. Ya, aku tahu
Heechul dia seniorku tapi kadang aku
menganggapnya lebih karena kedekatannya dengan Hyerim membuatku jengah.
Langkahku
terhenti saat mata Hyerim bertemu pandang denganku. Ekspresinya terkejut saat
melihatku, namun aku tak melihat arti lain dari tatapannya itu. Tak ada cinta
sama sekali disana.Hyerim justru menggandeng Heechul pergi melalui jalan
memutar. Benarkah ini akhir?
Rasa sakit ini
seperti dusta, perpisahan ini seperti dusta.. Aku kehilangan semuanya..Aku
kehilangan dirimu..Bahkan jika aku berlutut dan memohon pada Tuhan, aku tak bisa
memutar waktu kembali.
“Kau salah
hyung.. Dia baik-baik saja. Syukurlah hanya aku yang hancur atas akhir kisah
ini”ucapku lirih.
----.----
My Love, My Kiss, My Heart
modu mudodulge gaseumsok gipeun got Yeah~
I’ll bury them
all. (I’ll bury them) A place deep in my heart.
One Love, One Kiss, To My Heart
modu ijobolge modu da jiulge
I’ll try to
forget everything. I’ll erase everything
kkejyoborin jogakgateun chuokdeulman bakhyo inneun
got gata
It feels as if only the memories that are
like broken pieces are stuck in it.
ne simjang gipi ne simjang gipi ne simjang gipi
gipeun gose Oh Oh
Deep in my
heart. Deep in my heart. In a place deep in my heart
Aku berjalan menuju kafetaria
kampus sendirian, karena Heechul oppa harus menemui dosen pembimbingnya untuk membicarakan
masalah proyek terakhirnya. Setelah memesan minuman aku duduk disalah satu meja
kosong lalu mengeluarkan novel dan ipod. Kelasku sudah usai hari ini, aku hanya
menunggu Heechul oppa saja. Karena dia bersikeras aku tidak boleh pulang
sendirian. Apa-apaan dia memangnya aku anak TK lagi sampai dia seperti itu?
Menyebalkan!
Saat mulai sibuk membaca suara
kasak kusuk dibelakangku mengganggu. Aku menoleh dan melihat dua orang gadis
sedang bergosip dengan riang gembira, kadang-kadang mereka tertawa cekikikan.
Astaga, aku ngeri mendengar tawa mereka. Namun yang membuatku tersentak adalah
topik gosip mereka.
“Eh, kau sudah tahu belum kalau
Kyuhyun sunbae putus dengan Hyerim?”tanya gadis A
“Eh, jinjja? Wae? Aku belum tahu
berita ini. Memangnya kenapa mereka sampai putus? Padahal nampaknya hubungan
mereka baik-baik saja”gadis B menjawab dengan kagetnya.
“Yang kudengar sih Sunbae centil
yang selalu mengejar-ngejar Kyuhyun sunbae itu penyebabnya”
“Waahh~ sayang sekali..”
“Eung~ Kudengar Kyuhyun sunbae
sampai tidak masuk kuliah selama seminggu”si Gadis A tetap berbicara penuh
semangat. Aku mengernyitkan dahi mendengar Kyuhyun tak masuk selama seminggu.
Ada apa dia sakit??
“Itu aku tahu kalau dia absen
selama seminggu, tapi hari ini dia udah masuk kok. Sayang sekali mereka putus.
Padahal mereka serasi lho”
“Kau bodoh ya? Itu artinya kan
kita bisa mendekati Kyuhyun sunbae lagi. Kesempatan untuk kita kembali terbuka
bodoh!”ucapan si gadis A membuatku mendengus.
Cih~ Most wanted boy, right?
Tentu saja Cho Kyuhyun akan segera menemukan penggantiku selepas perpisahan kami.
Tampan, cerdas, kaya meski sedikit dingin dan acuh pada sekitarnya. Entah
kenapa mendengar percakapan mereka membuatku kesal. Aku mengeluarkan hapeku dan
memencet angka 1. Panggilan darurat untuk Heechul oppa.
“Oppa! Sepuluh menit lagi kau tak
keluar, aku pulang duluan!”ancamku langsung saat dia menjawab telponku. Tanpa
menunggu jawabannya aku kembali mematikan sambungan.
Bentakanku pada Heechul oppa
mungkin terdengar pada dua gadis itu. Mereka memandangku dengan pandang malu
sekaligus bersalah. Tak kupedulikan mereka dan melangkah meninggalkan
kafetaria. Aku menghela nafasku berat. Kenangan kenangan kebersamaan kami
kembali berkelebat di kepalaku. Terlalu banyak kenangan indah yang kulewatkan
bersamanya, yang secara tak sadar seperti terputar ulang secara acak. Kenangan
itu serasa tak bisa dihapus dan terus menikam kedalam hatiku.
---.---
nunmullo bombogi dwen ne olgulman
areun-gorimyo memdolgo isso memdolgo isso ne modeun-gol gajyogan no
The image of your face covered in tears
haunts me. It hovers. It hovers. You who took my everything.
Last Love, Last Kiss, Last Dream
noreul aneun gaseumi nomaneul giokhe
My heart that knows you only remembers you.
Aku terbangun dengan nafas terengah-engah dan keringat
yang membanjiri tubuhku. Tubuhku bergetar tanpa sadar karena jantungku berdetak
lebih dari normal. Kupeluk lututku, dan kubenamkan wajahku diantara keduanya,
kujambak rambutku frustasi. Mimpi buruk itu datang lagi. Membuatku ketakutan
dan merasa bersalah setengah mati.
Mimpi dimana hari perpisahan itu terjadi. Mimpi dihari
hujan turun dengan amat deras. Mimpi dimana dia datang dengan tubuh bergetar.
Mimpi dimana bibirnya yang biasanya merekah memberiku senyum dan kecupan saat
itu membiru. Mimpi yang menghantuiku karena wajahnya yang berlinang air mata
terus menikamku. Rasa bersalah itu semakin besar, seperti sebuah bongkahan
besar yang menghimpit dadaku sehingga membuatku nyaris tak bisa bernapas dengan
benar.
Aku tertawa mengejek diriku sendiri. Gadis itu pergi
dariku dengan membawa semua yang kumiliki tanpa sisa.
TTOOK TTOOK!
“Kyuhyunnie, ada paket untukmu nak. Umma taruh didepan
kamar ya sayang”ucap umma.
Aku membuka pintu kamarku dan bingung saat melihat ada
dua kotak kardus. Siapa yang mengirim paket ini. Kulihat nama pengirimnya dan
seketika itu jantungku berdebar keras. Kubawa dua kotak kardus itu masuk dan
menaruhnya diatas kasur. Dengan tergesa kubuka kardus itu. Seketika hatiku
seperti direnggut paksa dari tempatnya. Semua barang-barang pemberianku
untuknya dikembalikan. Hyerim-ah.. Sekeras inikah kau mencoba melupakanku??
Tapi sayangnya aku tak bisa berbuat sama denganmu.
Hatiku hanya mengenalmu saja. Hatiku hanya mengingat dirimu seorang.
---.---
Goodbye My Love My Kiss
momchwo isseul got gata no obsi idero
It feels like it
will have stopped. I’ll try to forget. Like this without you. Just like this now.
My Love, My Kiss, My Heart
modu mudodulge gaseumsok gipeun got Yeah~
I’ll bury them
all. I’ll bury them all. A place deep in my heart. You are my love.
One Love, One Kiss, To My Heart
modu ijobolge modu da jiulge
I’ll try to forget
everything..I’ll try to forget everything.
END

No comments:
Post a Comment